TARAKAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Tarakan secara online tidak berlaku bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Sebab, untuk kemudahan bagi pelajar SLB yang memiliki keterbatasan.
“SLB itu tidak termasuk online ya, karena memang perlakuannya berbeda. Kemudian itu berdasarkan data yang ada. Baik SD, SMP karena SLB itu kan menerima jenjang SD, SMP, juga SLTA,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Wilayah Kerja Tarakan, Ahmad Yani kepada benuanta.co.id, Rabu (2/6/2021).
“Hanya saja biasanya, keinginan orang tua mendaftarkan anaknya ke SLB. Ada biasanya yang mendaftar ke jenjang SMP, harusnya itu terdata dari SD,” tambahnya.
Oleh sebab itu bagi SLB, Disdik selalu mengingatkan orang tua untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah. “Karena pendidikan itu kan hak semua warga negara,” terangnya.
Diwartakan sebelumnya, pada tingkat SLTA di masa pandemi Covid-19 ini akan berbasis online untuk mengurangi mobilitas orang tua dan anak saat melakukan pendaftaran.
Meski begitu, bagi orang tua yang kurang akrab dengan teknologi berbasis online atau tak memiliki fasilitas tersebut. Setiap sekolah juga akan memberikan pelayanan, hanya saja hal itu dilakukan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.
“Masih terbatas, karena pandemi Covid-19 ini masih ada terus penambahan kasus kan, dan kita antisipasi bersama-sama. Sehingga kalaupun ada layanan semacam pemberian penjelasan itu dilakukan terbatas,” ujar Kepala Cabang (Disdikbud) Kaltara Wilayah Kerja Tarakan, Ahmad Yani kepada benuanta.co.id, Senin, (31/5/2021).
Adanya layanan di setiap sekolah itu diakuinya memang dilakukan lantaran bentuk antisipasi dari kecenderungan masyarakat yang tidak siap dengan PPDB online.
“Tidak siap biasanya, kecenderungannya banyak mau gampang,” katanya.
Pun demikian, Yani menerangkan bahwa PPDB online ini juga sudah dilakukan secara penuh pada tahun lalu, sehingga Disdikbud Kaltara pun berharap sebagai bentuk pembelajaran di tahun ini tidak ada persoalan.
“Dari sekolah-sekolah (SLTA) juga lakukan sosialisasi ke sekitar-sekitar keberadaan sekolah itu. Misalnya SMAN 2 mensosialisasikan ke SMPN 3, SMPN 10 dan juga RT-RT disekitarnya,” tukasnya. (*)
Reporter: Yogi Wibawa
Editor: Ramli







