oleh

Berikan Pembekalan, Bupati Malinau Ingin Para Kades Terpilih Bisa Manfaatkan Potensi Desa

Malinau – Usai melantik 14 kades terpilih dan 3 Kades Pergantian Antar Waktu (PAW), Bupati Malinau Wempi W Mawa,.SE, langsung memberikan pembekalan kepada seluruh kades yang dilantik. Kegiatan pembekalan kades berlangsung di ruang Laga Feratu kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.

Wempi menyampaikan pentingnya kegiatan pembekalan untuk diikuti oleh para kades.
Meski sebagian Kades mungkin sudah ada yang tahu mengenai job kerjanya sebagai kades. Namun Wempi mengatakan kegiatan pembekalan ini selain bertujuan untuk membekali para Kades sebelum memulai job kerjanya, juga bertujuan agar para Kades selalu mengingat peran dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat desa.

“Wajib untuk para kades mengikuti kegiatan pembekalan ini, mungkin sebagian ada yang sudah tahu isi dari pembekalan ini. Tapi saya juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan para Kades mengenai administrasi desa selama bertugas sebagai Kades,” kata Wempi.

Wempi sangat berharap nantinya para kades bisa mengerti soal pengarsipan aset desa, bisa memahami administrasi dan bijak dalam mengelola dana desa.

“Kegiatan pembangunan desa tentu harus transparan dan dapat di administrasi dengan baik agar, tidak menjadi masalah bagi para Kades nantinya. Makanya saya tadi mengingatkan kalau pembekalan ini bersifat penting karena dengan kegiatan ini para Kades nantinya dapat memiliki gambaran dalam mengelola desa,” ujarnya.

Selain memberikan pembekalan Wempi juga mengingatkan para Kades agar hanya fokus kepada pembangunan desa saja dan tidak mengurusi hal-hal yang bersifat dapat menghambat perkembangan desa.

“Jika sudah buat program gunakan dana desa untuk membangun desa, jangan hanya selalu fokus kepada sengketa lahan, maka dari itu sebelum memulai kegiatan pembangunan pastikan anggarannya ada, pastikan pembebasan lahannya dan pastikan semua terarsip dan teradministrasi dengan baik,” pesan Wempi.

Dalam kesempatan ini juga, Wempi mengajak para Kades untuk bersama membangun Malinau, melalui program pembangunannya yakni desa mandiri dan desa sarjana.

“Cara kita mandiri ialah dengan memanfaatkan potensi desa dengan baik dan saya ingin para Kades dapat melakukannya,” tuturnya lagi.

“Lalu kita sekolahkan anak-anak yang ada di desa. Jika desa kurang dokter maka cari anak paling berprestasi didesa untuk disekolahkan sebagai dokter, agar suatu saat dia dapat menjadi dokter yang berharga bagi desa itu,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *