NUNUKAN – Seorang nelayan bernama Ramli alias Kuaci (46), ditemukan tewas di seputaran kawasan Liem Hie Djung, Kelurahan Nunukan Barat, tepatnya di eks ponton milik Pos Lintas Batas Laut (PLBL), Selasa, (1/6/2021) sekira pukul 07.00 Wita.
Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar SIK melalui Kasubag Humas AKP Muhammad Karyadi SH menyampaikan, berawal sekira pukul 06.00 Wita, saksi mata H. Anton melihat korban sedang sarapan nasi kuning.

Namun setelah beberapa saat, menurut saksi H. Anton dan Zainuddin tiba-tiba korban batuk dan muntah darah. Tak lama korban terlihat lemas dan langsung meninggal dunia.
“Jadi sekitar pukul 06.10 Wita saksi H. Anton dan Zainuddin melihat Ramli muntah darah dan keliatan lemas seperti sudah tidak berdaya. Ahirnya para saksi berinisiatif untuk memanggil mobil taksi untuk mendapatkan pertolongan pertama ke puskesmas,” kata Karyadi.
Setelah mobil itu datang untuk mengangkut korban ke puskesmas, ternyata korban sudah tidak bernapas lagi atau diyakini sudah meninggal dunia.
Sehingga para saksi menghubungi Ketua RT. 13 Kelurahan Nunukan Barat dan Polsek Nunukan untuk melaporkan kejadian tersebut, agar dilakukan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Pada saat itu personel Polsek Nunukan yang dipimpin langsung Kapolsek Nunukan IPTU H. Supangat, SH dan Wakapolsek Iptu Ardiansyah melakukan olah TKP,” jelasnya.
Usai dialkukan olah TKP, kemudian jenazah korban dibawa ke RSUD Nunukan untuk dilakukan visum. Setelah itu diberangkatkan ke rumah duka untuk persiapan pengurusan jenazah dan pemakamanya. “Korban meninggal karena sakit bawaan dan tidak ada unsur kekerasan atau tindak kejahatan atau pidana,” tegasnya.
Dari saksi-saksi mata, Ramli ini sebelumnya memang mempunyai riwayat penyakit dalam yang serius, terlihat dari keseharianya kadang mengeluarkan darah saat meludah.
Ramli sehari-hari tinggal di perahu penangkap ikan milik H. Anton yang sandar di bekas ponton samping PLBL Liem Hie Djung. Selama ini dalam kehidupan sehari-hari selalu mengeluh kurang enak badan atau sakit-sakitan. Namun dia tidak mau berobat ke puskesmas atau ke RSUD Nunukan.
“Pada waktu melaut menangkap ikan, Ramli ini meminta untuk pulang lebih awal karena merasa tidak enak badan,” jelasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







