Terinspirasi Motif Batik Khas Tana Tidung, Ibrahim Ali Rancang Sendiri Logo Prokompim KTT

TANA TIDUNG – Nomenklatur berubah, fungsi humas Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim). Selain berubah nomenklatur, sebuah desain logo juga dibuat Pemkab KTT khusus bagian Prokompim.

Uniknya logo ini dibuat langsung oleh Bupati KTT Ibrahim Ali, yang terinspirasi dari kearifan budaya lokal. Sehingga dengan dibuatnya logo ini kearifan budaya lokal akan terus terjaga dan dilestarikan.

Lebih lanjut, Ibrahim Ali mengungkapkan, logo baru Prokompim KTT terinspirasi dari motif batik khas Tana Tidung yaitu Busak Pelado (Bunga Buah Perengat).

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

“Busak Pelado adalah tanaman mangrove yang biasanya di konsumsi oleh masyarakat setempat dengan berbagai macam olahan, salah satunya sambal asam pelando bisa juga dibuat olahan minuman,” ungkap Bupati, Ahad (30/5/2021).

Dalam logo Prokompim, Busak Pelado berada di tengah warna putih hitam,  kemudian di keliling lingkaran warna hitam, dengan tulisan Prokim serta Protokol & Komunikasi Pimpinan.

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

Ibrahim Ali mengatakan, kearifan lokal (local wisdom) sangat penting dijaga dan dihidupkan di tengah masyarakat demi kelestarianya untuk anak cucu kedepan.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan, bahkan negara maju budaya lokal terus terjaga dengan baik, tidak hanya pemerintahanya namun juga masyarakatnya turut peduli menjaga kearifan lokal. “Yakinlah tidak saja negara maju, kita juga bisa lakukan itu,” kata Ibrahim Ali.

Melestarikan kearifan lokal saat ini terus digalaknya Pemkab KTT, meski terus membangun namun budaya lokal tetap terawat. Salah satunya melalui berbagai kegiatan, maupun ornamen budaya lokal yang terus ditonjolkan di bangunan-bangunan gedung.

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

“Saya mengajak masyarakat bersama-sama bisa melestarikan budaya lokal yang menjadi ciri khas Tana Tidung,” ajak Bupati.

Tidak hanya di lingkungan Pemkab KTT, pelestarikan budaya lokal juga diharapkan dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. (her/iik)

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *