TANJUNG SELOR – Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Bulungan hingga saat ini kebanyakan masih kurang layak dilalui, bahkan mengalami kerusakan parah. Salah satunya jalan poros di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum sebelumnya sempat melakukan pengecekan jalan dari simpangan Tanjung Selor menuju Polda Kaltara. Didapati jalan yang mengalami kerusakan, perbaikannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Provinsi Kalimantan Utara.
“Karena status jalannya berada di Kabupaten Bulungan saya tidak tahu persis apakah kita yang akan ambil alih pengerjaannya,” ungkap Plt Kepala DPUPR Perkim Kaltara, Sujadi kepada benuanta.co.id, kemarin.
Kata dia, pengerjaan jalan yang memiliki panjang hampir 100 Kilometer dari Tanjung Selor hingga Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur belum ada informasi pasti.
Hanya saja tahun ini yang akan berjalan adalah pengerjaan dari jalan poros Desa Tanah Kuning menuju Desa Mangkupadi. “Yang akan kita kerjakan itu dari Tanah Kuning ke Mangkupadi, itu kita sudah ada kontrak sebesar Rp 14 miliar,” ucapnya.
Sujadi menuturkan, dengan besaran anggaran itu, jalan yang mampu dikerjakan hanya sepanjang 10 kilometer lebih. Saat ini badan jalan sudah dilapisi dengan agregat dan pasir batu (sirtu). “Tapi untuk target aspalnya kita belum tahu persis, itukan sudah di agregat jadi tinggal aspal saja,” ujarnya.
Disinggung soal jalan baru yang dikembangkan Pemprov Kaltara yang memiliki luas hingga 25 meter ini, tahun ini tidak ada pengerjaan. Pantauan benuanta.co.id jalan provinsi yang sudah terbuka baru di beberapa desa, di antaranya Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor, Desa Wonomulyo, Sajau Hilir dan Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur.
“Tahun ini tidak ada pengerjaan (pembukaan lahan, Red.). Itu ‘kan untuk persiapan jangka panjang untuk dukungan KIPI,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







