Pemkab Bulungan Persiapkan Penilaian Kinerja Dalam Penanganan Stunting

TANJUNG SELOR – Tak lama lagi Pemerintah Provinsi Kaltara akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk melakukan penanganan stunting. Sebelum pelaksanaannya, tim konvergensi percepatan penanganan stunting Kabupaten Bulungan melakukan rapat persiapan.

“Tentunya ini dalam rangka penilaian kinerja kabupaten kota dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat oleh Pemprov Kaltara,” ungkap Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda-Litbang Bulungan, Abdul Basit kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Gas 3 Kg Sulit Diperoleh di Tanjung Selor, Usaha Kecil Ikut Terdampak

Abdul Basit menuturkan, dalam rangka persiapan untuk menghadapi penilaian yang akan datang, sehingga saran dan masukan masih diperlukan untuk tim. Seperti tahun 2020 lalu, dengan berpedoman dengan pengalaman yang ada dapat membawa Bulungan mencapai hal yang diinginkan.

“Jadi berbekal pengalaman yang ada pada penilaian tahun 2020, tentunya tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Pemkab Bulungan pada tahun 2020 meraih hasil terbaik 2, tahun ini dapat ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Wisata Gunung Putih Seriang Kembali Diseriusi, Pemkab Bulungan Siapkan Revitalisasi

Abdul Basit menuturkan, dalam pelaksanaan nantinya, yang dinilai adalah secara keseluruhan, bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan oleh lintas stakeholder konvergansi percepatan penurunan stunting di daerah. “Nanti yang akan dinilai adalah aksi 5 sampai 8. Tahun sebelumnya yang dinilai adalah aksi 1 sampai 4,” sebutnya.

Ditambahkannya, di tahun 2021 ini ada 20 wilayah yang menjadi penilaian baik di kelurahan maupuan desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Bulungan, yang di kelompokan prioritas 1 hingga 3.

Baca Juga :  Wisata Gunung Putih Seriang Kembali Diseriusi, Pemkab Bulungan Siapkan Revitalisasi

“Jadi stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak yakni pertumbuhan tubuh dan otak. Ini akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *