oleh

Sering Terendam Banjir, Warga Minta Perbaikan Jalan di Seputuk

TANA TIDUNG – Akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Tana Tidung (KTT) beberapa hari belakangan ini, mengakibatkan akses jalan di Desa Seputuk, Kecamatan Muruk Rian, yang menghubungkan KTT dan Kabupaten Malinau, terendam air. Alhasil akses jalan yang menghubungkan dua daerah tersebut tidak bisa dilalui masyarakat.

Sejumlah warga lebih memilih melalui Jalan Trans Kaltara dibandingkan melalui jalan dari Desa Seputuk. Meski terbilang jauh dan ada beberapa jalan yang berlubang, tetapi warga lebih merasa aman jika melalui jalan tersebut.

Salah seorang Warga Desa Tideng Pale, Rahmat mengakui bahwa dia tidak pernah lagi melalui jalan tersebut jika ingin ke Kabupaten Malinau, karena kondisi jalan yang cukup memperhatinkan.

Baca Juga :  Agen dan Pemkab Kompak Siap Sanksi Pemain LPG ‘Nakal’ di KTT

“Saya tidak pernah sudah lewat jalan itu, kalau mau ke Malinau, saya biasanya lewat jalan trans. Dulu pernah lewat jalan seputuk tetapi karena pernah mogok karena air masuk di knalpot. Jadi saya tidak penah lagi lewat jalan itu,” katanya.

Dia menuturkan, masyarakat tidak berani melewati jalan tersebut, apalagi saat hujan, yang membuat jalan licin dan air tergenang di jalan yang ketinggiannya sepaha orang dewasa.

Baca Juga :  Minyak Goreng 1 Harga Akan Berlaku Pekan Depan di KTT 

Kondisi jalan Seputuk yang hingga saat ini masih berupa timbunan tanah dan tidak ada drainase, diharapkannya ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. “Saya berharap pemerintah dapat memperbaiki jalan tersebut agar masyarakat tidak takut lagi lewat jalan itu saat hujan,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD KTT, M. Yunus yang juga merupakan warga Desa Seputuk mengatakan, jalan Seputuk sudah lama menyiksa dan membebani masyarakat. Sehingga dirinya berharap perhatian dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Cegah Penimbunan BBM, Kapolsek Sesayap Awasi Peredaran Bensin di Tana Tidung

Dia menuturkan, jika jalan Seputuk dengan kondisi baik, maka akan meringkas waktu tempuh masyarakat antara 30-40 menit jika dibandingkan jika melalui Jalan Trans Kaltara.

“Di jalan ini jangankan musim hujan, saat kemarau pun jalan ini susah untuk dilewati masyarakat, yang kondisinya selalu banjir dan tergenang air. Semoga saja jalan ini menjadi perhatian Pemerintah dan segera dibenaihi, agar masyarakat dapat lebih mudah untuk melalui jalan ini,” harapnya.(*)

 

Reporter : Dwi

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *