NUNUKAN – Sudah satu pekan banjir merendam di Kecamatan Sembakung belum menunjukkan akan surut. Banjir telah merendam ratusan rumah hingga saat ini, Kamis 27 Mei 2021.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Abdullah mengatakan, akses jalan di sebagian wilayah di Sembakung tidak bisa dilintasi kendaraan akibat terendam banjir.
Warga yang terdampak banjir itu berdasarkan data yang dihimpun kemarin Rabu (26/5) sebanyak 328 rumah dari 8 Desa, di Kecamatan Sembakung. Terdapat 440 Kepala keluarga (KK) dengan 1.568 jiwa.
“Hari ini Kamis 27 Mei 2021, ada penambahan yakni 83 rumah jadi total saat ini ada 413 rumah, dan kepala keluarga (KK) 122 dengan total 562 KK, sedangkan jumlah jiwa itu ada 417 dengan total keseluruhan yang terdampak 1.985 jiwa, ini di 8 Desa yang terdampak,” kata Abdullah kepada benuanta.co.id.
Selain itu di juga menjelaskan bahwa pada pukul 07:30 Wita ketinggian air mencapai 4,91 M. “Air masih naik belum ada tanda-tanda surut,” jelasnya.
Walaupun saat ini air terus naik warga tetap bertahan di dalam rumahnya dengan cara membuat pungkau (panggung dalam rumah) masing-masing rumah.
“Untuk sekarang kita telah menyiapkan tenda jika ada yang ingin mengungsi. Dari kemaren juga kami menyarankan untuk mengungsi, tapi warga masi memilih bertahan di pungkau,” ucapnya.
Abdullah mengatakan, air ini terus naik sehingga listrik di kampung Tembelunu dilakukan pemadaman ini karena trafo telah tenggelam.
Tim KSB Sembakung telah mendirikan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan di badan jalan, mengingat puskemas hampir terendam.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







