oleh

Lesu Selama Pandemi Covid-19, Pariwista Malinau Harus Didukung dan Dipromosikan Lagi

MALINAU – Kabupaten Malinau sebagai salah satu tujuan wisata Kalimantan Utara (Kaltara), kini mengalami penurunan yang tergolong signifikan. Hal itu disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa SE dalam kegiatan konsultasi publik rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malinau tahun 2021/2024.

Dalam kegiatan itu, Wempi banyak membahas mengenai RPJMD yang berhubungan dengan program prioritasnya sebagai bupati. Pembahasan RPJMD yang dibahas tersebut seperti, program RT Bersih, Desa Sarjana, Rasda, peningkatan wisata lokal dan masih banyak lain. Untuk wisata lokal sendiri, Wempi mengatakan telah terjadi angka penurunan yang cukup signifikan terhadap wisata lokal kabupaten Malinau selama masa pandemi Covid-19.

“Memang untuk angka pasti kita belum dapat, tapi penurunan jumlah wisatawan di Kabupaten Malinau cukup terasa selama pandemi ini,” kata Wempi.

Baca Juga :  Oleng, Truk Bermuatan Sawit Terguling hingga ke Bibir Jalan

Meski demikian, menurut Wempi pandemi Covid-19 bukanlah satu-satunya penyebab dari turunnya angka wisatawan.

“Pandemi hanya dampak kecilnya saja, yang paling kita perhatikan untuk wisata lokal Malinau ini ialah promosi kita yang selama ini kurang. Sehingga masih banyak yang belum tahu tentang wisata lokal kita,” imbuhnya.

Hal itu senada dengan apa yang pernah dikatakan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Yansen TP,.M.Si. Menurut pria yang pernah menjadi bupati Malinau 2 periode itu, selama ini wisata yang ada di Kabupaten Malinau sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat desa yang berada di sekitaran tempat wisata.

Baca Juga :  Kebakaran Ludeskan 4 Rumah Warga Desa Malinau Hulu

“Akses jalan memang kuran memadai, tapi di luar sana juga banyak tempat wisata yang akses jalannya sulit tapi justru malah menjadi daya tarik tersendiri bagi tempat wisata itu,” kata Yansen.

“Namun, yang membuat wisata kita kalah dengan tempat wisata lain ialah karena kurangnya promosi,” lanjutnya.

Yansen menambahkan, kurangnya promosi yang terjadi pada wisata lokal Malinau, bukanlah disebabkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Provinsi Kaltara. Melainkan karena kurangnya dukungan yang ada dari pemerintah pusat, khususnya pada Kementrian Pariwisata.

Baca Juga :  Personel Polres Malinau Diberi Penghargaan, Ini Dua Prestasi Mencolok

“Ini juga yang akan menjadi fokus utama kita bersama Pemda Malinau, untuk melakukan promosi terhadap tempat wisata yang ada di Malinau. Beberapa tempat wisata yang ada di Indonesia itu menjadi besar, karena mendapat dukungan promosi dari kementrian dan tentu kita juga harus mendapatkan dukungan itu meski harus bersaing dengan tempat wisata lainnya. Apalagi, wisata yang ada di Malinau sebenarnya sangat mempuni, ada pohon ulin terbesar, ada pemandian air panas alami dan lainnya,” tutupnya. (*)

Reporter : Osarade

Redaktur : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *