Kena Banjir, Syarwani Minta Aset Sekolah Diamankan di 3 Kecamatan di Hulu

TANJUNG SELOR – Selama pandemi Covid-19, pembelajaran di sekolah tidak maksimal, bahkan kebanyakan melalui belajar daring. Namun pemerintah kini melakukan monitoring di sejumlah wilayah untuk penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Selama ini kita tidak berdiam dan selalu melakukan iktiar agar fungsi pendidikan tetap berjalan baik langsung maupun daring,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Sabtu 22 Mei 2021.

Dari monitoring Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan bersama Dinas Kesehatan dan BPBD Bulungan beberapa waktu lalu, kecamatan yang siap itu yang jarang didapati adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :  13 Kepala Desa Baru di Bulungan Ditekankan Jaga Integritas dan Transparansi Anggaran

“Walaupun pemerintah daerah di 6 kecamatan di Bulungan bisa melakukan PTM, tapi hari ini dari hasil koordinasi dengan Kepala Disdikbud Bulungan, khususnya di 3 kecamatan di hulu yang mengalami banjir yang secara fisik terdampak, pasti kita tutup sementara,” jelasnya.

Ketiga Kecamatan itu di antaranya Kecamatan Peso, Kecamatan Peso Hilir dan Kecamatan Tanjung Palas Barat. Sekolah yang ada di daerah itu diminta lebih waspada khususnya dekat dengan sungai.

Baca Juga :  Herman Efendi, Kades Termuda di Bulungan, Siap Majukan Pertanian Desa Mara Hilir

Syarwani mengatakan, telah memerintahkan kepada kepala sekolah baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) dan guru agar mengamankan aset berharga di sekolahnya masing-masing.  “Kita tidak berharap pasca banjir barulah diamankan, pasti sulit menemukan dokumen ataupun aset yang terdampak baniir,” ucapnya.

Pihaknya telah bersurat kepada setiap kepala sekolah serta pihak kecamatan agar bekerjasama dalam penyelamatan aset sekolah. Dia menuturkan, hasil pantauan dari BPBD, daerah hulu terutama bantaran sungai terdampak langsung dengan banjir.

Baca Juga :  Kecelakaan Lalu Lintas di Tanjakan Sungai Urang, Truk Trailer dan Xenia Adu Kuat, Satu Pengemudi Luka Berat

“Seperti di Desa Long Bia itu banjir sudah merendam fasilitas umum, di antaranya masjid, bangunan sekolah SD dan SMP yang ada di sana. Makanya ada petugas kita untuk selalu mengimbau kepada masyarakat terhadap dampak cuaca hujan hingga menyebabkan banjir,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *