TARAKAN – Salah satu jalan di Kelurahan Mamburungan Timur mengalami kerusakan yang yang cukup parah. Bahkan, jalan yang nyaris terbelah itu pernah memakan korban lantaran tidak adanya penerangan jalan umum (PJU).
Pantauan benuanta.co.id pada Sabtu, 22 Mei 2021 jalan yang mengarah pada tempat Karungan itu ternyata cukup ramai di lintasi kendaraan.
Selain itu, jalan tersebut merupakan salah satu jalan pintas dari Jalan Tanjun Pasir menuju Pantai Amal Lama. Tak hanya kendaraan roda empat dan roda dua, jalan ini terpantau sering dilewati truk dari salah satu perusahaan udang.
Ketua RT.01, Suardi mengatakan jalan yang mengalami rusak parah itu selama kurang lebih 3 tahun belum ada perbaikan dari pihak yang berwenang.
“Selama rusak, jalan ini belum ada diperbaiki. Saya secara langsung pernah berkomunikasi ke pak Wali Kota Tarakan, katanya sudah diusulkan ke DPRD Tarakan. Foto jalanan ini sudah 2 kali saya kirimkan ke pak Wali, tapi kita tidak tahu itukan wewenang beliau,” ungkap Suardi kepada benuanta.co.id.
Suardi beberkan, jalan rusak yang berdekatan dengan kediamannya itu, ternyata lebih dari sekali menimbulkan kecelakaan.
“Jalan rusak ini sudah 2 kali ada kecelakaan. Karena harusnya terdapat 2 ruas jalan, kini menjadi satu ruas saja akibat kerusakan jalan itu. Kendaraan lalu lalang dalam satu ruas jalan, kadang tidak ada yang mengalah jadilah kecelakaan,” tegas Suardi.
Dirinya mengungkap seringkali kejadian naas itu terjadi di malam hari, karena tidak adanya lampu penerangan.
“Dari mulai masuk jalanan ini sampai ke Agrowisata Karungan itu hanya ada 3 Lampu penerangan, jadinya jalanan yang lain tidak mendapat penerangan,” sambung dia.
Meski begitu, Suardi mengakui pihaknya telah menerima dana RT tahunan senilai Rp50 juta dan mendapat saran dari Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes terkait penggunaannya.
“Setelah menerima dana itu, saya langsung merembukkan ke warga. Kalau saran dari pak Wali sebaiknya anggaran itu digunakan untuk 3 pilihan yaitu semenisasi, penerangan dan drainase. Tetapi masyarakat kami menyetujui untuk semenisasi,” tuturnya.
Pihaknya menilai kalau hanya mengandalkan dana RT, terasa belum mencukupi untuk membangun penerangan.
Ia juga kerap kali meneruskan keluhan warganya kepada pihak kelurahan dan kecamatan, namun lagi-lagi respon perbaikan jalan ini sementara menunggu tindaklanjut dari Pemerintah Kota Tarakan.
“Upaya komunikasi dengan pemerintah telah kami lakukan. Kami juga bersama warga selalu beri perhatian dengan wilayah ini, karena banyak objek penting yang harus dijaga.
Semoga dalam waktu dekat ada upaya dari pemerintah untuk mengatasinya, agar tidak ada lagi kecelakaan dan hambatan yang terjadi di sekitar jalan ini,” tutupnya. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







