oleh

Selain Wisata Pantai Amal, Khairul Sebut Menteri Sandiaga Uno Respek Tentang Pearl Harbour Indonesia di Tarakan

TARAKAN – Tak hanya kawasan wisata Pantai Amal, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes mengungkapkan ketertarikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Barekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno terhadap potensi wisata lain yang ada di Tarakan.

“Saya menceritakan tentang Pearl Harbour Indonesia yang ada di Tarakan, sejarah perang dunia ke II dan itu beliau sangat-sangat respek sekali. Kalau budaya kan hampir semua daerah punya. Kalau kita yang punya sejarah itu belum tentu semua punya. Begitu juga pantai tidak seluruhnya punya, kalaupun ada pantai tidak seluruhnya mengelola dengan baik,” ujar Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Jumat (21/5/2021).

Diberitakan sebelumnya, Walikota Khairul memaparkan berbagai potensi dan peluang pengembangan sektor kepariwisataan di hadapan Menteri Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf pada Rabu, 19 Maret 2021, sebagai tindaklanjut atas surat Walikota kepada Menparekraf untuk melakukan audiensi secara langsung yang dikirimkan beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :  Pendidikan Penyerap APBD Tarakan Terbesar

Paparan tersebut terdapat banyak potensi pengembangan wisata yang disampaikan orang nomor satu di Tarakan itu mulai dari obyek wisata sejarah, wisata alam, dan wisata budaya. Semua obyek wisata tersebut, saat ini sedang dibenahi dan dimaksimalkan pengelolaannya.

“Kemajuan pembangunan obyek wisata Pantai Amal yang saat ini sedang dalam pembangunan melalui dana APBD, berikut dengan rencana pengembangannya dalam jangka panjang. Berbagai peluang investasi di kawasan Wisata Pantai Amal, yaitu pembangunan kondominium-hotel yang areanya sudah disiapkan oleh Pemkot Tarakan,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Pendidikan Penyerap APBD Tarakan Terbesar

Reporter: Yogi Wibawa
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *