oleh

Tekan Penyebaran Covid-19, Masuk Nunukan Wajib Tes Swab Antigen

NUNUKAN – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan tetap melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan terhadap para pelaku perjalanan, baik yang tiba maupun yang berangkat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Wilayah Nunukan.

Seperti halnya arus balik Idulfitri 1442 Hijiriah tahun 2021, dilakukan secara ketat dan setibanya di Nunukan masyarakat wajib melakukan tes swab antigen. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tarakan Wilker Nunukan, dr. Baharullah.

Sejak 18 hingga 24 Mei 2021, dilakukan pengetatan terhadap penumpang atau orang yang masuk ke Nunukan baik dari pelabuhan speed boat, maupun, pelabuhan kapal yang ada di Nunukan, termasuk kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga :  PKK Sebuku Juara Lomba Menu Kudapan Pangan Lokal

“Bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kami akan melakukan skrining pemeriksaan, dan tes swab antigen secara acak di pelabuhan kedatangan,” kata Baharullah, Kamis (20/5/2021).

Jika ada yang ditemukan positif Covid-19, makan akan ditangani sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19.

Langkah yang dilakukan ini secara persuasif, dan pihaknya juag akan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang baru tiba di Nunukan atau masuk, hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Sumbangkan 20 Kursi Roda untuk Disabilitas

“Saat ini angka covid-19 kita menurun, sehingga ini harus kita pertahankan, dan melakukan pengetatan orang masuk dari luar Nunukan yang baru saja mudik lebaran ke keampuhannya seperti Sulawesi, tentu itu akan terjadi kontak dari orang lain, bisa saja terjadi,” jelasnya.

Baharullah meminta agar masyarakat menyadari atau penumpang jika diminta untuk melakukan tes swab tidak boleh menolak, jika melakukan penolakan akan dikenakan sangsi.

Tidak henti-hentinya dia mengingatkan untuk tetap patuh dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan serta menjaga jarak. Dia juga menekankan kepada masyarakat pelaku perjalanan baik lokal kaltara dan khusunya luar kaltara harus melengkapi dokumen persyaratan pelaku perjalanannya, agar tidak ada kendala di jalan.

Baca Juga :  RS Pratama Sebuku Diresmikan Ditarget Beroperasi Pekan Depan

“Jika ada yang sakit sebaiknya jangan berpergian, jika tidak ada yang terlalu mendesak sebaiknya menunda perjalanannya, karena dari pengalaman kita sering menemukan penambahan kasus di beberapa daerah itu karena melakukan perjalanan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *