TARAKAN – Aliansi Gerakan Buruh dan Rakyat (Gebrak) Menggugat rencananya akan bermalam di PT Intracawood Manufacturing. Hal itu dilakukan bila pimpinan perusahaan tidak menemui para karyawan pada Kamis, 20 Mei 2021.
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Koordinator Daerah Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI) Provinsi Kaltara, Mesran berjanji akan melakukan aksi yang serius dalam melakukan tuntutan.
“Kami harap owner dapat hadir dari Jakarta. Selama ini owner selalu menawarkan pertemuan virtual, namun kami rasa itu tidak efektif karena tidak bisa menandatangani secara tertulis,” tegas Mesran kepada benuanta.co.id pada Rabu, 19 Mei 2021 malam.
“Pesawat dari Jakarta itu hanya 2 jam, sedangkan kami siap menunggu 6 jam di lokasi. Apabila besok owner tak hadir, maka kami akan bermalam sampai owner menemui kami,” sambung pejuang buruh tersebut.
Meski begitu, Mesran memastikan pihaknya bersama FKUI Kaltara, GMKI, LMND, PMKRI, IMM, SMI, Pembebasan dan LBH tetap mematuhi keamanan dan ketertiban masyarakat saat berlangsungnya aksi damai tersebut terlebih untuk protokol kesehatan Covid-19.
Dengan estimasi 150 masa, kata dia, aliansi Gertak Menggugat tidak akan mengganggu proses kinerja karyawan di hari itu juga.
Berikut gugatan Aliansi Gebrak Menggugat :
1. Bahwa perusahaan tidak menyetorkan iuran BPJS Ketenagakerjaan semenjak bulan September 2020 sampai dengan Mei 2021 padahal gaji karyawan sudah dikutip oleh manajemen.
2. Bahwa upah Bulan Mei 2020 yang belum dilunasi oleh manajemen PT. Intraca Manufacturing padahal karyawan sudah melakukan tugas dan kewajibannya
3. Bahwa pesangon karyawan yang meninggal dunia akibat bencana Alam belum dibayar kepada ahli warisnya.
4. Bahwa karyawan yang sudah resign belum diberikan hak normatifnya. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra