TANJUNG SELOR – Pemeriksaan swab antigen kembali dilanjutkan di Pelabuhan Kayan II. Kali ini pelaku perjalanan dari Tarakan yang disasar oleh petugas. Pasalnya saat ini diprediksi arus balik masih tinggi dari luar daerah menuju ke Tanjung Selor.
“Imbauan Bupati Bulungan kemarin agar pemeriksaan ini dilakukan selama 1 minggu, ini khusus untuk penumpang yang datang dari Tarakan,” ungkap Sarpani Koordinator KKP Tarakan Wilayah Kerja Tanjung Selor kepada benuanta.co.id, Selasa 18 Mei 2021.
Baca Juga: Penumpang Speedboat Tujuan Tarakan Di-Swab Antigen, Didapati Satu Orang Positif
Kata dia, tes kit yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan. Melihat akan adanya lonjakan penumpang selama sepekan ini, pihaknya pun akan kedatangan tes kit lagi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tarakan sebanyak 1.000 unit untuk membekap kegiatan tersebut.
“Kenapa fokus untuk penumpang yang datang, kemungkinan karena banyak dari luar Provinsi Kaltara,” jelasnya.
Saat melakukan pemeriksaan antigen ini, petugas kembali temukan penumpang yang reaktif. Langkah pencegahan supaya tidak menyebar, penumpang berjenis kelamin laki-laki inipun dievakuasi untuk dikarantina.
“Tadi ditemukan lagi yang positif, pas speedboat kedatangan pertama, speed Minsen dari Tarakan. Hari pertama pemeriksaan juga dari Tarakan. Untuk penumpang lainnya akan dilakukan tracing setelah 5 hari jika memang positif Covid-19,” tambahnya.
Dia mengatakan, untuk penumpang yang telah memiliki surat hasil swab antigen, maka tak perlu melakukan swab antigen, dengan catatan selama masih berlaku selama perjalanan. “Itukan berlaku 24 jam hasil swabnya, nah kalau sudah 3 hari maka harus di swab disini,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selor, Mulyono menuturkan, untuk speedboat yang ditemukan adanya penumpang reaktif, dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. “Seperti kemarin langsung kita semprot dengan disinfektan, begitu juga dengan speed hari ini,” ujar Mulyono.
Dengan penambahan waktu dari tanggal 18 hingga 24 Mei penyekatan dalam arus balik, maka dipastikan akan terjadi lonjakan penumpang. Katanya, terpantau paling banyak yang datang dari pada yang berangkat ke Tarakan.
“Ada yang berangkat tapi kebanyakan warga lokal ke Tarakan. Sedangkan yang datang itu ada dari luar Provinsi Kaltara per hari capai 500 orang,” tuturnya.
Per hari, sejak Senin 17 Mei yang datang dari Tarakan dalam setiap speedboat itu selalu ful, sementara dari Bulungan rerata hanya 35 orang. Sedangkan dari Tarakan bisa mencapai 60 orang.
“Armada yang beroperasi itu 13 sampai 14 unit, setiap datang selalu ful. Kalau memang meningkat dari Gapasdap akan tambah armada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







