oleh

Kejari Malinau Berharap Penyalahgunaan Dana Desa Tak Terulang Lagi

MALINAU – Dalam waktu kurang dari 1 tahun, 2 kepala desa (Kades) di Kabupaten Malinau harus berurusan dengan hukum karena diduga telah menyalahgunakan dana desa.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malinau, Jaja Raharja SH MH, hal itu bisa saja terjadi lagi jika tidak ada pembimbingan dini kepada kepala desa dan aparatur desa mengenai administrasi dan penggunaan dana desa, dari dinas dan institusi terkait.

“Pembimbingan dan penyuluhan hukum terkait dana desa tentu sangat penting untuk dilakukan, agar semua kepala desa maupun aparatur desa bisa leluasa menggunakan dana desa tanpa melanggar hukum,” kata Jaja.

Baca Juga :  Sepekan Operasi Patuh Kayan, Masih Ditemui Pengendara Langgar Prokes

Jaja mengungkapkan, selama ini tindak pencegahan dini terkait antisipasi korupsi telah dilakukan sejak dulu, yakni dengan sosialisasi dan penyuluhan melalui media. Namun hal itu dirasa Jaja masih kurang karena adanya keterlibatan dari dinas terkait.

“Tindak pencegahan dini sudah kita lakukan. Namun perlu kita sadari hal itu tetap ada kekurangan mengingat jumlah desa yang ada di Malinau ini sangat banyak dan memiliki jangkauan yang sangat luas,” ungkapnnya.

Baca Juga :  Naik Pangkat, Polres Malinau Lepas 3 Perwira Berprestasinya

Jaja menjelaskan, dulu Kejari Malinau pernah melakukan MOU bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, terkait dengan antisipasi tindak korupsi yang ada di Malinau.

Namun yang sangat disayangkan oleh Jaja ialah, MOU itu hanya bersifat umum dan tidak kuat secara legalitas, ditambah dengan tidak adanya tindak lanjut dari dinas-dinas terkait mengenai MOU itu.

Baca Juga :  Trailer Kedua "Spider-Man: No Way Home" Resmi Dirilis

“Harusnya ada tindak lanjutkan, agar pengawasan terhadap jalannya kegiatan proyek ataupun pembangunan desa bisa terawasi dengan baik, agar tidak terjadi tindak korupsi,” jelasnya lagi.

“Namun yang kita sayangkan ialah, MOU itu tidak ada tindak lanjutnya. Makanya fungsi dari pengawasan kegiatan pembangunan kurang terawasi dengan baik,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Osarade

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *