oleh

Pelaksanaan Open House, Bupati Malinau Harap Cukup Lewat Video Call Saja

MALINAU – Terkait dengan kegiatan open house yang biasanya dilakukan oleh masyarakat muslim saat merayakan Idulfitri maupun sesudah perayaan Idulfitri, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa mengimbau kepada masyarakat Malinau untuk melakukan kegiatan open house sewajarnya.

Mengingat kondisi Idulfitri tahun 2021 ini masih diselimuti pandemi Covid-19.
Bukan bermaksud melarang adanya kegiatan opem house, namun menurut Wempi kegiatan open house harus bisa dibatasi dan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini.

“Memang kita sangat sedih karena lebaran kali ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, jadi saya sangat mengharapkan pengertian dari masyarakat saya, cukup melalui video call saja jika ingin bersilaturahmi,” kata Wempi.

Baca Juga :  Tunjang Pendidikan Pelajar, Beasiswa Kaltara Unggul Ditambah 50 Persen

Jika pun masyarakat tetap memaksa untuk melakukan open house, Wempi mengimbau agar masyarakat tetap melakukan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Batasi keluarga saat jalan, jaga jarak dan batasi juga tamu yang akan datang ke rumah. Memang berat tapi ini demi kebaikan kita semua,” lanjutnya lagi.

“Tapi tetap baiknya melalui daring saja. Karena orang yang kita kunjungi juga nantinya belum tentu merasa nyaman dengan kita, karena adanya kekhawatiran Covid-19,” pungkasnya.

Baca Juga :  UMKM Diharapkan Mampu Memanfaatkan Pelatihan Koperasi dan Wirausaha

Meski terpaksa membatasi kegiatan open house, namun Wempi juga memberikan semangat kepada kaum muslim yang ada di Malinau agar tetap semangat merayakan Idulfitri dan berpesan untuk tidak patah semangat dalam menghadapi Covid-19.

“Tetap semangat ini bukan kali pertama kita menghadapi Covid-19 saat Idulfitri. Tapi kita juga tidak ingin Idulfitri ini menghasilkan klaster baru. Tetap batasi kegiatan kita, karena Covid-19 juga tidak bisa memutus tali silaturahim kita, asalkan kita tetap taat kepada Prokes,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Rumah dan Kandang Ayam di Malinau Terbakar

Reporter: Osarade
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *