TARAKAN – Terkait jalan rusak dan drainase tersumbat di Pasar Gusher, pihak pengelola yakni PT Gusher Tarakan akan berupaya melakukan perbaikan secapat mungkin. Hal itu diungkapkan langsung oleh Manajemen PT. Gusher Tarakan, Agus Toni.
“Setelah lebaran ini rencananya kita perbaikan jalan dan parit-parit (drainase) dan juga mungkin nanti atap-atap ya. Itu semua segera kita tinjau ulang dan perbaiki juga, kan kemarin sebagainya sudah kita perbaiki itu sekitar 200 lembar (atap) dan sebagainya nanti setelah lebaran, termasuk jalan dan parit itu,” ujar Manajemen PT. Gusher Tarakan, Agus Toni saat ditemui benuanta.co.id, Selasa (11/5/2021).
Toni juga menampik bahwa secara keseluruhan pasar tersebut milik PT Gusher Tarakan. Pasalnya dari total 400 kios dan 400 los pasar, sebagain juga dimiliki oleh Pemkot Tarakan. Sedangkan ruko dua lantai yang berjumlah 148 unit itu seluruhnya dimiliki oleh pelaku usaha.
Baca Juga :
“Tetapi di situ bukan hanya punya PT. Gusher saja. Sebagian kecil punya Gusher, ada punya pedagang paling banyak, tetapi di situ pemerintah juga punya los meja pasar sayur dan ikan itu jumlahnya 100 unit. Kemudian pemerintah juga punya kios di bawah Ramayana itu kurang lebih 100 unit, kalau ruko pemerintah tidak ada,” terangnya.
Meski begitu, dalam pembenahan yang bakal dikerjakan secara bertahap setelah lebaran itu pihaknya juga yang akan merogoh kocek sendiri. “Kalau saat ini kita masih ancang-ancang pakai biaya kita sendiri, kalau ada itu (sharing anggaran) dari pemerintah itu lebih bagus lagi. Tetapi kita sudah anggarkan,” katanya.
Sementara untuk perbaikan jalan rusak, ia memilih untuk menggunakan paving blok dibanding melakukan pengecoran. “Kita paving kembali. Karena dicor itu pengalaman kita begitu ngecor malam, paginya sudah diinjak-injak. Pedagang kadang-kadang tidak sabar jadi kesimpulannya kita untuk dipaving. Untuk drainase itu bukan tersumbat, tetapi amblas diinjak oleh truk-truk besar dari pedagang, kadang juga truk kontainer dari Ramayana. Kita sudah draf semua, karena pengerjaannya itu luar biasa,” tandasnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra







