NUNUKAN – Kebutuhan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Nunukan meningkat menjelang Ramadan 2021. Warga harus rela antre sejak pagi di pangkalan gas untuk bisa mendapat satu tabung elpiji bersubsidi.
Seorang warga Nunukan menuangkan kekesalannya di akun Facebook mengenai sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg.
Adalah akun Facebook Haji Shofy dengan video berdurasi 3 menit sudah dibagikan 210 kali, serta komentar yang nyaris mencapai ribuan.
Dituliskan akun Facebook Haji Shofy di salah satu grup warga Facebook di Nunukan, mengenai permasalahan elpiji 3 kg yang langka menjelang lebaran.
“Ya Allah kasianya aku lihat ibu-ibu mau pergi anterin tong gas dengan membawa KTP, Kartu Keluarga, dan pada saat sampai di tujuan, yang didengarkan dan dilihat hanya kata-kata ‘maaf ibu nomor antrian habis’. Pulanglah si ibu dengan perasaan hampa, kecewa, sedih, yang ada dibenak pikirannya apalah yang aku pakai masak untuk anak, suami ku, sedangkan aku tidak mampu,” kata Haji Shofy dalam video yang dia unggah di akun Facebook miliknya.
Ia berpendapat, tabung gas elpiji 3 kg yang dikhususkan untuk warga tidak mampu sering kali dimanfaatkan warga mampu di Nunukan.
“Orang kaya ini saya ingatkan, kan ada tabung gas 16 kg itu yang kita beli, manfaatkan lah harta kita. Apa gunanya Anda dikasih kekayaan sama tuhan, duit melimpah, ikut juga kita antrian panas-panas, untuk apa kita uang itu kenapa tidak pakai yang mahal saja, uang itu tidak dibawa mati,” ujarannya dengan nada kesal.
“Awas kalian mengambil haknya orang miskin apalagi bulan puasa, cari pahala, jangan cari azab,” tutupnya dalam Video durasi 3,22 menit itu. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Nicky Saputra







