NUNUKAN – Sebanyak 30 paket daging ilegal dari Tawau Malaysia di Dermaga Tradisional Desa Losalo, kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC. Hal itu disampaikan Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Letkol Arh Drian Priyambodo, S.E., Ahad 9 Mei 2021.
“Pada saat kegiatan patroli keamanan berlangsung, personel Satgas curiga terhadap pedagang sembako yang ada di Dermaga, kemudian personel mendatangi lokasi tersebut, untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapat lah 20 karung dan 10 dus berisi daging yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat administrasi ,” kata Drian Priyambodo, kepada benuanta.co.id.
Di juga menjelaskan bahwa di dalam karung-karung dan kardus yang berisi daging ilegal tersebut, berhasil disita dari pelaku yang menumpang perahu jongkong milik Hj.Tija warga pulau sebatik yang di bawa langsung dari Tawau-Malaysia dan akan di jual di pulau Sebatik.
“Kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan didapat lah informasi bahwa pemilik daging ilegal tersebut milik atas nama Bapak Adi pengusaha yang berada di Desa Pancang, Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan,” jelasnya.
Sementara, bukti penyitaan barang tersebut diamankan di Pos Pengawasan Bea Cukai Sebatik menunggu pemilik barang tersebut untuk diminta keterangan lebih lanjut, sebagai upaya pencegahan agar kegiatan tersebut tidak dilakukan kembali.
Adapun yang diamankan, 20 Karung Daging tanpa merek, 8 Kardus daging jenis Allana, 2 Kardus daging merek GBP AUSTRALIA, dengan Total jumlah keseluruhannya sebanyak 30 Paket daging ilegal.
Drian Priyambodo mengimbau kepada seluruh masyarakat Sebatik, khususnya di daerah perbatasan agar menghindari pembelian barang – barang ilegal, karena tidak memenuhi standar kesehatan.
“Kami juga mengharapkan adanya kerja sama antara seluruh instansi terkait, bersama masyarakat yang ada di perbatasan khususnya, untuk melaporkan apabila ada tindakan-tindakan ilegal seperti ini,” imbuhnya.
Dengan adanya barang ilegal tersebut, Satgas Yonarhanud 16/SBC akan lebih meningkatkan patroli sebagai upaya untuk mencegah kegiatan ilegal serta memperketat jalur tidak resmi di wilayah perbatasan RI-Malaysia yang menjadi tanggung jawabnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







