oleh

Walikota Tarakan Berharap Zakat Bisa Dimanfaatkan untuk Mengentaskan Kemiskinan

TARAKAN – Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M. Kes., beserta KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, DPRD Kota Tarakan, Forkopimda, OPD, BUMN/BUMD dan Perbankan melakukan pembayaran zakat bersama dalam “Gerakan Cinta Zakat”. Acara yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot), Tarakan dan Kantor Baznas Tarakan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, pada Rabu (5/5/2021). Walikota mengungkapkan dalam setahun ini menargetkan setidaknya Rp8 miliar dari segala bentuk zakat di Kota Tarakan.

“Rp8 miliar itu termasuk zakat profesi, zakat mal dan lainnya. Pemanfaatannya itu untuk kepada fakir miskin, mualaf dan lainnya. Akan tetapi zakat yang dikeluarkan oleh Baznas ini bukan hanya untuk orang yang muslim, ada juga yang diberikan kepada non muslim. Cuma kalau kepada non muslim itu bentuknya kan sedekah ya,” ujar Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes.

“Bisa ke lain, makanya itu juga ada program pemberdayaan ekonomi ada juga bantuan modal kecil-kecil. Jadi memang yang mereka lakukan seperti itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Flash News! Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Karyawan THM di Kalbar

Dalam rangka mendukung pelaksanaan zakat, Pemkot Tarakan juga sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang zakat, yang mengikat masyarakat untuk berzakat. Pasalnya, berzakat pun menjadi kewajiban umat muslim.

Orang nomor satu di Tarakan ini juga berharap zakat bisa dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan. Sebab, dalam data statistik yang diterima Pemkot Tarakan terjadi kenaikan angka kemiskinan dari 5 persen menjadi 6 persen.

Baca Juga :  UMK Tarakan Ditetapkan Pemprov Naik 0,33 Persen Menjadi Rp 3.774.378,35

Sementara itu, dalam kegiatan pengumpulan zakat di gedung serba guna Kantor Wali Kota Tarakan, Baznas Tarakan berhasil mengumpulkan hingga Rp 100 juta. Jumlah itu menambah pendapatan zakat selama Ramadan. Menurut Kepala Pelaksana Harian Baznas Tarakan, selama Ramadan, pihaknya sudah mengumpulkan 250 juta. Namun belum ditambah dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Sekarang baru sekitar Rp 250 juta, budaya itu belum bisa dihilangkan,” imbuh Syamsi Sarman.

Baca Juga :  Peresmian Pantai Amal Tetap Dilakukan Meksi Perda Belum Rampung

Pihaknya menargetkan penerimaan zakat selama Ramadan bisa mencapai Rp2,5 miliar. Sementara target secara keseluruhan hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 8 miliar. Sementara yang terealisasi baru mencapai 1 miliar lebih dari zakat fitrah, harta, infaq dan sedekah.

Khusus penyaluran zakat fitrah, Baznas Tarakan akan mendistribusikan mulai Kamis (6/4/2021). Ada 11 ribu jiwa penerima zakat di Tarakan dengan besaran bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung penerimaan zakat yang diperoleh UPZ. Penyalurannya dilakukan melalui unit pengumpul zakat. (*)

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *