oleh

Gubernur Dorong Arus Investasi, FFI Siap Tanam US$ 50 Miliar di Kaltara

TANJUNG SELOR – Pertemuan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum dengan lima Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 28 April lalu berlanjut di Bumi Benuanta.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan telah mengutus Asisten Deputi Bidang Koordinasi, Investasi dan Pertambangan Bimo Wijayantoke Kaltara.

Kunjungannya untuk menggelar audiensi, koordinasi maupun sinkronisasi program renewable energy dan green industry dengan Gubernur Zainal dan instansi terkait di lingkungan Pemprov Kaltara, yang dijadwalkan mulai tanggal 3 hingga 5 Mei 2021.

Dalam kunjungan itu, dijelaskan bahwa kehadiran Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di provinsi termuda ini bertujuan untuk mendorong peningkatan daya saing dan pengembangan arus investasi di Kalimantan. Khususnya di Kaltara.

Baca Juga :  Presiden "Groundbreaking" Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama RI

Salah satu investor bidang pengembangan energi hijau Fotrescue Future Industri (FFI) juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Investor ini bersedia menginvestasikan dananya untuk Kaltara. Khususnya bidang pengembangan industri energi yang ramah lingkungan (hydropower to green amonia).

FFI adalah anak perusahaan dari Fortescue Metals Group Ltd (Fortescue) yang  jauh hari sebelumnya bertemu dengan Pj Gubernur Kaltara Teguh Setya Budi, tahun lalu.

“Penandatanganan akta industi hijau ini sudah dilakukan Menteri Luhut dan FFI di Jakarta beberapa waktu lalu. Sedangkan investasinya akan dilakukan di Kaltara,” ucap Gubernur Zainal, Senin (3/5).

Di Kaltara, dijelaskan Gubernur Zainal, diperkirakan FFI bakal meginvestasikan dananya sebesar US$ 50 miliar. Dana ini untuk pengembangan proyek terintegrasi pembangkit listrik tenaga air sampai amonia yang ramah lingkungan.

Baca Juga :  MKJ Fokus Kejar Wilayah Kerja Lain untuk Pendapatan Asli Daerah

“Kaltara memiliki potensi yang sangat besar. Karena di Kaltara terdapat sungai yang bisa dikembangkan menjadi sumber pembangkit listrik dengan kapasitas besar,” katanya.

“Demikian juga dengan pengembangannya. Karena di Kaltara telah ditetapkan sebagai Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi yang luas lahannya mencapai 10.100 hektar,” tambah Gubernur Zainal.

Pihaknya memastikan mendukung rencana investasi FFI ini. Karena, menurut gubernur, akan berdampak pada multiplier effect percepatan pembangunan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

“Oleh karenanya saya harap perangkat daerah terkait dapat memberikan dukungannnya, agar ke depan FFI dapat dengan segera merealisasikan investasinya di Kaltara,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Tegur Keras Perusahaan Tambang yang Tidak Taat Pengelolaan Lingkungan di Kaltara

Dukungan serupa juga diharapkan ditunjukkan oleh para bupati, khususnya yang menjadi tempat pilihan investasi FFI guna kelancaran progress tersebut.

“Begitu juga dengan perwakilan Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi serta FFI, sekiranya saya harap dapat menyampaikan kabar baik hasi pertemuan tersebut terkait rencana investasi di Kaltara,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu selain bertemua Menteri Luhut, Gubernur Zainal juga bertemu empat menteri lainnya.

Yaitu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri PUPR, Menteri ESDM dan Menteri Investasi. (mil/sur)

 

Sumber: DKISP Kaltara

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed