oleh

Yunus Abbas Tutup Usia, IKAL KOMPROV Kaltara Kehilangan Sosok Bersahaja

TARAKAN – Rasa belasungkawa tak hanya selimuti Provinsi Kalimantan Utara, namun terasa juga hingga ditingkat nasional atas wafatnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas, M.Si pada Kamis, 28 April 2021, terbukti dari ucapan duka yang berdatangan sampai sore tadi yang bukan hanya dari tokoh dan organisasi di Kalimantan Utara, tapi banyak juga berdatangan dari pusat.

Mendiang Muhammad Yunus Abbas merupakan figur teladan yang banyak berkecimpung di medan pengabdian. Diantaranya lingkup pemerintahan, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keagamaan yang membuat dirinya sangat dicintai khalayak publik.

Sebagai sosok bersahaja yang berjiwa organisatoris di berbagai bidang, tercatat almarhum pernah mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 58 di Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANANS) RI Tahun 2018.

Rasa duka mendalam itu tentu dialami oleh Ikatan Alumni Lemhannas RI (IKAL) Komisariat Provinsi (KOMPROV) Kalimantan Utara, apalagi wadah ini diketuai oleh almarhum.

Baca Juga :  15 Pasien Positif Corona di Kaltara Kondisinya Terus Membaik dan Stabil

Sekretaris IKAL KOMPROV Kaltara, Effendy Gunardi membenarkan hal itu dan pihaknya menyampaikan rasa kehilangan sosok Muhammad Yunus Abbas.

“Kami sampaikan dukacita yang mendalam atas kepergian almarhum Dr. H. Muhammad Yunus Abbas, M.Si yang juga selaku Ketua IKAL KOMPROV Kaltara. Semoga almarhum tenang bersama Tuhan Yang Maha Esa. Kami punya pengalaman yang baik dengan almarhum sewaktu pendidikan di LEMHANNAS RI tahun 2018,” tutur Effendy kepada benuanta.co.id

“Almarhum merupakan sosok yang bersahaja, ramah, berkompeten dan berjiwa kebangsaan,” sambung tokoh muda Tionghoa itu.

Sekretaris IKAL KOMPROV Kaltara berharap ada generasi yang melanjutkan jiwa dan dedikasi almarhum, baik di Kota Tarakan, Kaltara dan juga di kancah nasional kedepannya. “Sebagai generasi muda, kita patut meneladani jejak hidup almarhum yang berkontribusi positif bagi banyak orang,” tuturnya.

Baca Juga :  Seorang Wanita Muda Terpapar Covid-19, Hari Ini Tarakan Bertambah 1 Kasus

“Sungguh banyak generasi muda entah itu mahasiswa, organisasi kepemudaan yang peroleh ilmu dari almarhum, semoga itu semua dapat menjadi bekal para generasi selanjutnya. Mari kita doakan agar amal dan ibadahnya diterima di sisi Tuhan,” imbuh pemuda Tionghoa ini.

Effendy mewakili Ikatan Keluarga alumni LEMHANNAS RI (IKAL KOMPROV KALTARA) yang ada di bumi Benuanta ini berdoa agar keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan serta keikhlasan.

Kepergian salah satu tokoh panutan Kaltara ini, bersamaan dengan kedatangan mantan Wakil Presiden RI, Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang juga selaku Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) bertujuan untuk melantik Pengurus PMI Kalimantan Utara.

Muhammad Jusuf Kalla pun ketika tiba di Tarakan langsung bertandang ke rumah duka almarhum sore kemarin.

Baca Juga :  Patroli Keliling, Petugas Gabungan Imbau Tak Nongkrong di Tempat Umum

Untaian doa dan rasa duka yang turut diberikan khalayak publik kepada mendiang, sangat disambut baik oleh keluarga yang berduka.

Amir Hamzah, adik ketiga mendiang mengatakan banyak pihak yang kehilangan sosok kakak terbaiknya.

“Kami sekeluarga kaget dengan kepergian almarhum. Namun kami harus tabah dan ikhlas,” ungkap anak ke 3 itu kepada awak media.

Amir Hamzah membenarkan seorang kakak bernama Muhammad Yunus Abbas itu memang terlibat aktif di tengah masyarakat.

“Almarhum kakak saya sejak muda bergelut di dunia aktivis dan hingga sebelum wafat, dirinya terlibat aktif di berbagai organisasi yang bermanfaat bagi orang banyak. Almarhum tak kenal lelah belajar dan sangat cinta dengan keluarga,” tandasnya sambil menahan kesedihan.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed