oleh

Kembangkan Jadi Tempat Wisata, Pemkab akan Bangun Embung di Hutan Kota Bunda Hayati

TANJUNG SELOR – Pemerintah tengah melakukan Plpengembangan Hutan Kota Bunda Hayati menjadi lokasi wisata. Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan mulai melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya pengerjaan penimbunan jalan.

“Hutan kota itu dalam penanganan akses jalan masuk, itu kita lakukan penimbunan. Jadi bagaimana hutan kota ini dijadikan tempat wisata, sebenarnya sudah lama kita inisiasi. Mulai tahun ini di dalam kita akan membangun embung,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Bulungan, Iwan Sugiyanta kepada benuanta.co.id, kemarin.

Kata dia tahun ini ada 2 kegiatan di dalam Hutan Kota Bunda Hayati, selain pembuatan jalan dan embung. Kegiatan lainnya berupa penataan berupa taman wisata. “Pertama kita akan buat jalan, kedua kita membuat penataan di pinggir dekat pintu masuk itu nanti akan kita buat taman. Ini masih dalam proses,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Bawaslu Masih Berlanjut, Pemprov Siap Beri Dukungan Anggaran

Di dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bulungan, anggaran yang dikucurkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp 2.138.000.000.

“Anggarannya saya lupa tapi itu sampai miliaran yang bersumber dari APBD bukan murni tapi dari dana DPHDR,” ucapnya.

Iwan menjelaskan, peruntukan Hutan Kota Bunda Hayati dilakukan pembangunan, akan menjadi kawasan pariwisata yang lengkap dengan sistem edukasi, konservasi dan rekreasi.

Baca Juga :  Gubernur Ingatkan Jangan Ada Perjalanan Dinas Fiktif dan Tidak Ada Hasil

“Jadi kalau itu menjadi kawasan hutan kota bukan hanya pariwisata tapi di situ ada edukasi, ada konservasi dan ada rekreasi jadi sifatnya taman yang mewakili semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya di lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi lokasi outbound dan flying fox. Kata dia, tahap sekarang pihaknya belum memikirkan akan membangun semuanya tapi pada penataan lahan.

Baca Juga :  Dishub Kaltara Menunggu Respons Kemenhub untuk Pembangunan Jembatan Timbang

“Kita belum sampai pada pembangunan semuanya, tapi tahap penataan dulu, tapi kedepan akan ada fasilitas pendukung. Kita mencoba nanti dengan provinsi turut masuk dalam penanganannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed