oleh

Ekspor Komoditi Kaltara Meningkat 20,06 Persen

TANJUNG SELOR – Ekspor komoditi Kalimantan Utara pada Februari 2021 naik sebesar US$ 95,23 Juta dari Bulan Januari 2021 yang hanya mencapai US$ 79,23 Juta. Naiknya nilai ekspor ini mengakibatkan terjadinya perubahan peningkatan sebesar 20,06 persen. Ternyata naiknya nilai ekspor ini didominasi oleh kelompok barang non migas di sektor tambang dimana peran terhadap total Januari ke Februari 2021 sebesar 79,76 persen.

Sementara ekspor kelompok barang non migas lainnya adalah dari hasil industri dan pertanian dengan peran terhadap total Januari ke Februari masing-masing sebesar 18,24 persen dan 2,00 persen. Peningkatan ekspor hasil komoditi ini berdasarkan peran terhadap total ekspor Kaltara dari Januari 2021 hingga Februari 2021, dimana pada sektor tambang nilai Free On Boart (FOB)-nya sebesar US$ 71,42 Juta dibandingkan pada bulan sebelumnya yakni Januari 2021 yang hanya mencapai US$ 67,80 Juta.

Baca Juga :  Vakum Karena Covid-19, Pemkot Gandeng Koperasi Jalankan E-Parking

Demikian pula dengan sektor industri dimana nilai FOBnya mengalami peningkatan sebesar US$ 23,15 Juta pada Bulan Februari 2021 dibandingkan bulan sebelumnya yakni Januari 2021 hanya sebesar US$ 8,69 Juta. Pada sektor pertanian justru mengalami penurunan dimana nilai FOB-nya hanya sebesar US$ 0,66 Juta sementara pada Bulan Februari 2021 lebih tinggi yakni sebesar US$ 2,83 Juta.

Untuk nilai FOB kelompok barang non migas  pada periode Januari 2021 hingga Februari 2021 sebesar US$ 174,54 Juta mengalami perubahan penurunan sebesar -5,47 persen dibandingkan dengan periode Januari hingga Februari 2020 yang berada pada posisi US$ 184,64 Juta.

Namun secara umum kelompok barang non migas ini mengalami kenaikan sebesar US$ 95,23 Juta dibandingkan dengan kondisi pada bulan Januari 2021 yang hanya mencapai US$ 79,32 Juta. Sementara itu untuk peningkatan ekspor Bulan Februari 2021 dibandingkan dengan Januari 2021 disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas hasil industri sebesar 166,33 persen. (Bid.Statistik/rm)

Baca Juga :  Ekonom: Pemberian Bansos Harus Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

 

Sumber : BPS Kaltara/Diskominfo Kaltara

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed