Bahas RDTR, Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tak Bisa Dipaksakan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan memfasilitasi semua pihak dari Forkopimda, akademisi, tokoh masyarakat, LSM dan lainnya dalam kegiatan Konsultasi Publik II Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Tanjung Selor.

“Jadi tata ruang Kabupaten Bulungan sudah direvisi dan menjadi Perda pertanggal 1 April 2021, tentu turunannya dari RTRW itu dalam bentuk RDTR di setiap kecamatan yang ada,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Senin 19 April 2021.

Kata dia, penyusunan RDTR ini berada di tangan DPUPR Bulungan bekerjasama dengan tim dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Adapun pembahasannya antara lain rencana pengembangan Bandara Tanjung Harapan, pencana pembangunan Pelabuhan Pesawan dan kawasan pertahanan dan keamanan.

Lalu rencana kawasan tanaman pangan, rencana terminal penumpang tipe C dan rencana kawasan Perguruan Tinggi di KBM Tanjung Selor.

“Tahapannya masih konsultasi publik, yang tadi kita sudah lakukan pembahasan. Setelah ini akan dibawa ke Kementerian ATR/BPN, jadi RTRW itu ibarat rumah besarnya, RDTR-nya ini adalah kamarnya ditiap kecamatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Tenggelam Saat Mandi di Sungai, Remaja Sekatak Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah pemaparan, disepakati beberapa poin yang tertuang dalam berita acara yang ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan hadirin lainnya. Di antaranya pertama rencana pengembangan Bandara Tanjung Harapan dilakukan untuk mendukung pembangunan kota ke depan dan pengembangan Lanud Tanjung Selor. Alternatif lain adalah mempertahankan kondisi Bandara Tanjung Harapan eksisting.

Kedua rencana pembangunan Pelabuhan Pesawan ditujukan untuk mendukung pelayanan Kawasan Pangan (food estate) / agroindustri. Ketiga kawasan Pertahanan dan Keamanan disiapkan untuk menunjang persiapan operasi militer dan persiapan taktis militer, tetapi bukan untuk penempatan markas militer. Keempat kondisi eksisting pertanian/ kawasan tanaman pangan tetap dipertahankan.

Kemudian kelima rencana Terminal Penumpang Tipe C merupakan perpaduan dengan rencana Provinsi Kaltara terkait pengembangan rencana Ring Outer Jalur Sabanar untuk mengakomodasi pemotongan Jalan Sengkawit sebagai dampak pengembangan Bandara Tanjung Harapan. Keenam rencana kawasan Perguruan Tinggi di KBM Tanjung Selor berada di kawasan permukiman perkotaan. Perguruan Tinggi di KMB Tanjung Selor untuk mendukung pengembangan KBM Tanjung Selor berbasis technokrat.

Baca Juga :  Penyakit Diabetes Menyerang Anak SD-SMP, Faktor Pola Hidup jadi Perhatian

Lalu yang ketujuh kawasan sempadan sungai mengacu pada ketentuan pemanfaatan ruang di RTRW Kabupaten Bulungan. Kedelapan penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Tanjung Selor mengacu pada RTRW Kabupaten Bulungan.

“Tadi ada 5 isu berkaitan dengan pengembangan Bandara, bagian kawasan tanaman pangan, bagian ketahanan dan keamanan, terkait terminal dan perguruan tinggi. Jadi ini punya keterkaitan satu sama lainnya, semua pada kamar yang sama di Kecamatan Tanjung Selor,” paparnya.

Dia mencontohkan untuk pengembangan Bandara Tanjung Harapan, jika dilakukan maka berdampak pada hilangnya beberapa aspek diantaranya berkurangnya luas hutan kota, Jalan Sengkawit dan Padaelo akan tertutup, perkantoran seperti Polres Bulungan, Kantor Bersama Samsat Bulungan, Kantor BKPSDM Bulungan dan lainnya akan pindah karena masuk dalam kawasan pengembangan.

Baca Juga :  Luminor Hotel Tanjung Selor Hadirkan Sky Nusantaran Iftar Bernuansa Arabian Selama Ramadan 2026

“Saran dari tokoh masyarakat kita tadi, kalau ini tidak perlu memaksakan diri untuk memperpanjang Bandara kalau mengorbankan aspek lain. Banyak yang jadi korban, hutan kota kita, mengorbankan aliran sungai, juga kantor ada yang korban termasuk Polres Bulungan,” sebutnya.

Syarwani menyampaikan kepentingan Bulungan memiliki Bandara Tanjung Harapan tidak menyangkut panjangnya runway atau besar kecilnya pesawat yang mendarat. Tapi yang ditekankan itu frekuensi penerbangan yang harus dikejar.

“Jadi misalnya kita hari ini Wings itu beroperasi 2 kali seminggu, sudah bisa mengantarkan warga Bulungan ke Balikpapan itu sudah maksimal. Apalagi kalau setiap hari ada penerbangan, bukan soal Boeing tapi rutinitas yang kita kejar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *