oleh

Laris Manis, Berjualan Takjil Habis dalam Waktu Sejam

NUNUKAN – Memasuki bulan puasa ramadan, penjual takjil jelang berbuka puasa ramai ditemukan di pinggir jalan. Bahkan, tak sedikit para penjual takjil meraup untung lantaran banyaknya warga yang berbondong-bondong membeli takjil. Hal itu juga yang sering terlihat di Desa Atap, Kecamatan Sembakung jelang berbuka puasa.

Adalah Syahril Husain warga Desa Atap yang rutin berjual takjil setiap memasuki bulan puasa ramadan. Menurut Syahril, hampir rata-rata warga yang berjualan takjil pasti laris manis apalagi di penghujung berbuka puasa.

Takjil yang dijual Syahril beraneka ragam, mulai dari makanan ringan, makanan manis, hingga gorengan. Menurut dia, takjil yang dia jual merupakan takjil dengan menu yang sering dibeli warga setempat.

Baca Juga :  Keren! Kamera X60 Pro dari Zeiss Ditanam di Vivo Terbaru

“Walaupun pandemi Covid-19 saat ini dan masuk di bulan suci ramadan alhamdulillah takjil yang dijual laris manis,” kata Syahril kepada benuanta.co.id.

Saking larisnya menu takjil yang ia jual terkadang bisa habis dalam waktu sejam. “Alhamdulillah habis, kami jualan itu pada dari pukul 14.00 wita, dan sekira pukul 15.00 wita jualan kami sudah habis terjual tanpa tersisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Ayo Beramal Lewat Ramadan Benuanta Berbagi

Mengenai pendapatannya berjualan takjil, kata dia, sehari bisa memperoleh sebesar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed