oleh

Dampak Siklon Tropis Surigae, Hujan Sedang-Lebat dan Petir Bakal Melanda Kaltara 24 Jam Ke Depan

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis peringatan dini gelombang ekstrem yang masih berpotensi terjadinya dampak Siklon Tropis Surigae yang diduga akan mengakibatkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air, termasuk Kalimantan Utara.

Berdasarkan analisis BMKG, diprediksi 24 jam ke depan yakni tanggal 15 April 2021 pukul 07.00 WIB, posisi Samudera Pasifik utara Papua, 8.7LU, 137.0BT, atau sekitar 1090 km sebelah utara timur laut Biak dengan arah gerak hampir stasioner. Perlahan bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kekuatan 45 knots (85 km/jam) dan tekanan 994 hPa.

“Diprediksikan intensitas Siklon Tropis Surigae dalam 24 jam ke depan diperkirakan akan meningkat dengan pergerakan yang hampir stasioner, perlahan menjauhi wilayah Indonesia,” demikian rilis BMKG Tarakan.

Baca Juga :  Ketua DPW PUSAKA Kaltara Klarifikasi Mendukung Iraw, Anwar Tasidi: Itu Hanya Dukungan Perorangan

Siklon Tropis Surigae ini memberi dampak terhadap cuaca di Indonesia ini berupa :

– Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir, serta angin kencang di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

– Gelombang laut dengan ketinggian 125 – 25 meter yang terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Perairan Kep Sitaro, Perairan Bitung – Likupang. Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kep Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera, Perairan Utara Raja Ampat, Perairan Selatan Biak, Teluk Cendrawasih. Perairan Jayapura-Sarmi.

Baca Juga :  KSP: PLTA Sungai Kayan Pacu Pencapaian Target Bauran EBT Pada 2025

– Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter di Perairan Manokwari, Perairan Utara Bink, Samudra Pasifik Utara Papua Barat.

– Sedangkan gelombang laut dengan ketinggian 4.0 – 6.0 meter diprediksikan terjadi di Samudra Pasifik utara Papua.(*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed