oleh

Jangan Salah Menempatkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Oleh : Anam Az –Zaheery

(Pengajar di LP Ma’arif Madrasah Tahfidzul Qur’an Daruts Tsaqofah)

 

BANYAK zaman sekarang yang salah dalam mengartikan atau salah menempatkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Akibatnya bisa menimbulkan kerusakan yang lebih banyak dan lebih membahayakan. Makanya kita sebagai orang awam gak boleh mengambil hukum langsung dari Alquran dan hadis, harus mengikuti para Ulama salafus sholeh, seperti yang diterangkan di dalam kitab I’anatut Tholibin dan kitab Al-Bujairimi

ﻛﻞ ﻣﻦ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ

Setiap imam yang empat (Imam Hanafi,Syafi’i,Malkiki dan Hambali) itu berjalan di jalan yang benar.

ﻭﻳﺠﺐ ﺗﻘﻠﻴﺪ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﻭﻣﻦ ﻗﻠﺪ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻣﻨﻬﻢ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﻋﻬﺪﺓ ﺍﻟﺘﻜﻠﻴﻒ

Maka wajib bagi umat islam untuk bertaqlid/mengikuti kepada salah satu di antara yang empat tadi, sebab orang yang sudah bertaqlid kepada salah satu imam yang empat tersebut, maka ia telah terlepas dari tanggungan dalam keagamaan.

Baca Juga :  Revitalisasi Lahan Non Produktif di Provinsi Kalimantan Utara

ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻘﻠﺪ ﺃﺭﺟﺤﻴﺔ ﻣﺬﻫﺒﻪ ﺃﻭ ﻣﺴﺎﻭﺍﺗﻪ ﻭﻻﻳﺠﻮﺯ ﺗﻘﻠﻴﺪ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻓﻰ ﺇﻓﺘﺎﺀ ﺃﻭ ﻗﻀﺎﺀ

Dan bagi Orang yang bertaqlid haruslah yakin bahwa madzhab yang diikuti itu benar dan madzhab yang lain juga benar. Artinya umat Islam ini tidak boleh memperadukkan madzhab dalam satu ibadah.

Begitu juga dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita tidak boleh langsung kembali ke Alquran dan hadis, harus mengikuti para Ulama yang emang udah mumpuni. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Al-Ghunyah.

فالأمر بالمعروف والنهى عن المنكر واجبان على كل مسلم حر مكلف عالم بذلك بشرط القدرة على وجه لا يؤدى الى فساد عظيم

Amar Ma’ruf Nahi Munkar wajib bagi setiap ummat Islam dan juga harus tahu ilmunya atau caranya ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Dan, selagi tidak mendatangkan kerusakan yang lebih besar dan tidak membahayakan dirinya, hartanya dan orang lain.

Baca Juga :  Mencari Nakhoda Kepala Naga Kaltara

Tapi kalau kita melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar ini bisa mendatangkan kemungkaran yang lebih besar lagi, maka Amar Ma’ruf Nahi munkar ini gugur. Makanya sebelum melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar kita harus berpikir dulu, gak boleh grasah grusuh, lihat dampaknya, apakah ini bisa mendatangkan kemunkaran yang lebih besar lagi apa tidak.

Makanya tidak sembarangan orang yang bisa melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, karena ada porsinya masing-masing, seperti yang dijelaskan di dalam kitanb Al-Ghunyah

Menghilangkan kemungkaran itu ada tiga bagian.

يكون انكارهم  باليد وهم الأئمة والسلاطين

Menghilangkan kemunkaran dengan tangannya yaitu harus dilakukan oleh orang yang punya jabatan.

Baca Juga :  Surat Terbuka untuk Gubernur Kaltara dan Bupati Nunukan

انكارهم باللسان دون اليد وهم العلماء

Menghilangkan kemunkaran dengan lisan yaitu harus dilakukan oleh para ulama dengan lewat berdakwah dan buka kajian kitab.

انكارهم بالقلب وهم العامة

Khusus Masyarakat Awam ini cukup inkar bil Qolbi.

Dari keterangan di atas, bisa di simpulkan ketika ada orang yang teriak-teriak Amar Ma’ruf Nahi Munkar di jalanan, berarti orang itu tidak paham dengan syarat-syarat Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

semoga dengan tulisan ini, kita bisa paham apa itu Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan semoga kedepannya tidak disalahgunakan lagi tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Karena kalau disalahgunakan lagi, akibatnya bisa rusak dan yang menjadi korban adalah masyarakat bawah.(*)

 

Catatan: Tulisan ini menjadi tanggung jawab dari penulis jika ke depan berdampak sosial atau delik hukum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed