oleh

Pemda Nunukan Apresia Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Rumpun Tidung

NUNUKAN – Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Nunukan mengapresiasi kegiatan seni budaya rumpun Tidung Kabupaten Nunukan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Nunukan, Drs. Syafarudin saat menutup kegiatan di Ruang Pertemuan Lantai V Kantor Bupati Nunukan pada Kamis, 8 April 2021.

Pegelaran penutupan seni budaya rumpun Tidung Nunukan itu menghadirkan pertunjukan Jepen Kisah Kasih. Jepen ini menceritakan kisah cinta terlarang antara pemuda nelayan dengan putri bangsawan, yang diperankan oleh delapan pemuda-pemudi dari Sanggar Tari Bebilin Taka, Kampung Rambutan.

Disampaikan Drs. Syafarudin, budaya merupakan kehidupan yang memiliki makna bahwa seluruh proses kehidupan seorang manusia adalah sakral dan suci. Diawali dari proses meleburnya kasih sayang antara suami – istri, dilanjutkan dengan proses kehidupan di alam kandungan, lahir ke alam dunia dan menjalani kehidupan, sampai akhirnya menjemput kematian adalah tahapan – tahapan yang harus dijalani oleh seorang manusia dengan penuh rasa syukur dan ikhlas.

Baca Juga :  Nunukan Bertambah 1 Positif Covid-19 dari Klaster Jemaah Tablig, Total Sudah 35

Masing – masing etnis atau suku di seluruh dunia menggambarkan keseluruhan proses kehidupan manusia, berbagai bentuk dan simbol sarat makna, mulai dari tari – tarian, syair, nyanyian, upacara adat dan lain sebagainya.

“Sebagai bagian dari komunitas suku yang melekat dalam diri kita masing – masing, sudah semestinya kita menghormati dan memelihara simbol – simbol budaya tersebut,” kata Drs. Syafarudin.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada jajaran Pengurus Daerah Pergerakan Pemuda dan Mahasiswa Rumpun Tidung (Gadamaruti) Kabupaten Nunukan yang memiliki inisiatif menggelar acara pagelaran seni dan budaya rumpun Tidung di Nunukan.

Baca Juga :  Kekurangan Guru di Perbatasan, Kadisdik Sarankan Sekolah Angkat Guru Honorer

“Berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan selama hampir satu pekan ini, mulai dari lomba tari, bernyanyi, hingga bercerita, akan dapat menumbuhkan kembali kecintaan dan kebanggaan masyarakat suku Tidung terhadap seni dan budayanya sendiri,’’ ucapnya.

Ia berpesan agar masyarakat tidak boleh ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi namun tidak boleh lantas melupakan warisan seni budaya dari para leluhur. “Khazanah budaya di tengah masyarakat harus terus digali, dipelajari makna – makna filosofinya, hingga akhirnya bisa tumbuh untuk melestarikannya,’’ paparnya.

Ketua PD Gadamaruti Kabupaten Nunukan, Herison, S.Pd menyampaikan masyarakat cukup antusias dengan kegiatan pagelaran seni dan budaya Rumpun Tidung Kabupaten Nunukan yang digelar sejak 22 Maret yang lalu. Peserta yang mendaftar mencapai 189 orang dari empat jenis lomba yaitu lomba senam Lukiwol, Lomba Fashion Show Busana Khas Tidung, Lomba bercerita dalam Bahasa Tidung dan lomba Tari Jepen Kreasi.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Apresiasi Pelatihan Kader PMII Nunukan

“Kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya yang telah diselenggarakan di dua arena lomba, yaitu di Balai Adat Tidung di Desa Binusan dan Taman Pelangi Perbatasan di Kampung Cerita RT. 13 Kelurahan Nunukan Barat ada empat tujuan, yaitu sebagai salah bentuk perjuangan budaya dalam pemersatu rumpun Tidung, peningkatan kualitas SDM, kesempatan bekerja dan berusaha secara profesional, dan kesejahteraan ekonomi. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed