oleh

Perayaan Paskah Lancar dan Aman, Gembala GKII Siloam: Salut Untuk TNI-Polri

TARAKAN – Puncak perayaan paskah bagi umat kristiani berjalan dengan aman dan lancar, terutama di salah satu gereja dengan jemaat terbanyak di kota Tarakan, yakni Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Siloam Tarakan, yang turut melaksanakan ibadah paskah dengan pengamanan ketat dari TNI dan Polri.

Gembala GKII Siloam Tarakan, Pdt. Yance Februan, M.Pd.k mengatakan turut mengapresiasi pergerakan TNI dan Polri dalam melakukan pengamanan di setiap gereja Tarakan dari awal hingga akhir perayaan.

“Bersyukur kepada Tuhan, beberapa rangkaian ibadah dari Kamis malam, Jumat pagi, dan hari ini (Minggu), semua berjalan dengan baik, berjalan sesuai dengan kerinduan dan doa kita,” ujar Pdt. Yance kepada benuanta.co.id, Minggu (4/4/2021).

Baca Juga :  Bangun Sinergitas, Duet Kapolda dan Danrem Kunjungi Kampung Trengginas di Tarakan

Tidak dapat dipungkiri, kejadian pengeboman rumah ibadat umat nasrani di Makassar cukup memprihatinkan, jemaat GKII Siloam turut mendoakan yang terbaik untuk keselamatan ibadah di Makassar.

“Kami mendorong jemaat untuk tetap waspada dalam kegiatan sehari-hari, tetapi jangan takut untuk beribadah, karena TNI dan Polri sudah memberikan rasa aman,” sebutnya.

Dijelaskan Pdt. Yance, setelah peristiwa bom di makassar minggu lalu, pihak kepolisian dengan cepat koordinasi untuk melakukan pengamanan di hari raya paskah, khususnya dari Sat Brimob, Polres Tarakan, dan TNI.

“Kami berterimakasih dan salut dengan petugas keamanan (TNI-Polri), mereka telah melakukan tugas dengan baik, dari sebelum ibadah, hingga semua jemaat pulang setelah ibadah, baru para petugas meninggalkan gereja,” tuturnya.

Baca Juga :  Jatah ‘Preman’ di Bisnis Togel

Pdt. Yance lanjut menjelaskan, GKII Siloam memiliki jumlah jemaat yang cukup banyak, yaitu sebanyak 764 jiwa, namun karena pandemi Covid-19 jumlah kehadiran juga semakin meningkat.

“Meskipun jemaat terbilang banyak, protokol kesehatan tetap ditegakkan, dan semua jemaat mengikutinya, jadwal ibadah juga dibagi menjadi tiga kali dalam sehari untuk meminimalisir kepadatan,” jelasnya.

“Hingga saat ini, jemaat dapat beribadah dengan tenang menjadi suatu bukti bahwa peristiwa bom makassar tidak menghambat kerinduan jemaat untuk beribadah paskah, terutama faktor keamanan dari TNI-Polri juga sangat memberikan rasa aman,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed