Ritual Ma’nene Warga Toraja Bisa Dijadikan Destinasi Wisata Lokal

NUNUKAN – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristiani Nunukan, Jalan Cut Nyak Dien RT 15 Kelurahan Nunukan Tengah, ramai di kunjungi warga yang turut melakukan ritual Ma’ Nene.

Warga Toraja Yance Tambaru mengatakan, ritual Ma’ Nene dilakukan setiap tahun, dan dilakukan sebelum Paskah seperti yang dilakukan hari ini Jumat Agung.

“Sekitar 30 Patani (kuburan) yang dibuka, melakukan pembersihan, mengangkat Jenazah yang berada dibawah maupun yang ada di dalam peti untuk dijemur dan digantikan baju yang baru,” ucap Yance Tambaru, kepada benuanta.co.id, Jumat (2/4/2021).

Baca Juga :  Bupati Resmikan Gereja Baru di Lumbis Hulu, Simbol Toleransi Umat Beragama 

Yance Tambaru jelaskan, walaupun almarhum sudah pergi, namun menjadi kerinduan melakukan pembersihan, merapikan, dan memelihara kuburan mereka yang telah mendahului, sebagai penghargaan atas jasa mereka yang telah mendidik dan membesarkan.

“Saya saat ini tengah melakukan pembersihan, membuat tempat yang bagus didalamnya, agar peti jenazah itu bisa ditempatkan dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Kekayaan Alam Krayan Terhalang Infrastruktur

Dalam melaksanakan ritual tidak lupa melakukan pemotongan babi dan kerbau sebagai ucapan syukur kepada orang tua mereka.

Yance Tambaru mengatakan walaupun berada di perantauan harus tetep memelihara adat istiadat, karena orang Toraja harus tetep memegang teguh adat istiadatnya, yang sudah biasa dilakukan di tanah Toraja, lalu dibawa ke perantauan.

“Mudah-mudahan kedepannya hal seperti ini agar tetap dipelihara. Sebenarnya ini juga bisa dijadikan destinasi wisata lokal di Nunukan bagi orang-orang yang ingin melihat proses pengangkatan Jenazah, penjemuran, dan hingga pembersihan,” papanya.(*)

Baca Juga :  BPBD Pasang Rambu Peringatan Rawan Bencana di Titik Rawan

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *