TARAKAN – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disprindagkop) UMKM Kota Tarakan mengintensifkan komunikasi dengan para distributor bahan pokok untuk mengantispasi lonjakan dan ketersediaan kebutuhan barang pokok menjelang Ramadhan 2021.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Tarakan, Untung Prayitno mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengundang distributor yang ada di Tarakan untuk mengetahui stok sembako.
“Kemarin sudah dijadwalkan, rencananya dalam minggu ini lah ya (pertemuaan) untuk membahas stok yang ada berapa. Dari situ kita akan mengetahui kalau misalnya stoknya kurang, nanti dari distributor segera untuk mendatangkan barang-barang dari luar,” ujar Kadisdagkop dan UMKM Tarakan, Untung Prayitno kepada benuanta.co.id, Rabu (31/3/2021).
Selama ini, Untung menyebut Disperindagkop juga rutin melakukan monitoring perkembangan harga yang ada di lapangan. Hal ini juga bertujuan untuk mengantispasi ketersediaan stok.
“Kalau memantau itu kita setiap hari, untuk monitoring harga kan itu sudah. Sementara ini harga masih stabil malah ada beberapa yang turun, terus ada juga yang naik seperti daging ayam. Kalau kemarin itu kan sekitar Rp30 ribu, sekarang sudah naik sekitar Rp42 ribu. Selain daging ayam, cabe rawit yang masih berkisar diangka Rp100 per kilogramnya. Cukup tinggi juga harganya, karena dari kemarin itu sempat Rp135 ribu dan itu bukan hanya di Tarakan aja ya, memang seluruh Indonesia seperti itu,” sebutnya.
“Untuk antispasinya nanti kita akan koordinasikan dengan Dinas Perternakan dan Tanaman Pangan, langkah-langkah apa. Apakah nanti stoknya dari para peternak ini cukup. Kalau memang tidak cukup ya kita mendatangkan dari luar, karena untuk menstabilkan harga ya,” tandasnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra







