oleh

Terkait Jaringan Terorisme, Masyarakat Diminta Lapor ke Polisi Jika Ada yang Mencurigakan

NUNUKAN – Jajaran Polres Nunukan langsung memberlakukan pengamanan terhadap setiap gereja di Nunukan, pasca pengeboman yang dilakukan teroris di Gereja Katedral Makassar belum lama ini.

Dikatakan Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar Sik, dengan adanya peristiwa pengeboman di Makassar pengamanan akan dikerahkan di setiap gereja, “Nanti saat Perayaan Paskah 4 April 2021,  pasti kita amankan. Termasuk masukan jadwal giat, tempat serta jumlah jemaat dari para pengurus Gereja/ Bamag,” kata Syaiful Anwar, kepada benuanta.co.id, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya terorisme merupakan musuh bersama sehingga masyarakat tetap tenang, tak perlu merasa takut berlebihan. Memperkuat jalinan Ikatan Persatuan dan Kesatuan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi oleh sebaran Berita Bohong (Hoaks) di Medsos, serta tingkatkan kewaspadaan individu serta komunal dimanapun sedang beraktivitas juga perlu dilakukan semua kalangan.

Baca Juga :  Kampung Sadar Zakat Salurkan 222 Paket Sembako di Sebatik Timur

“Apabila melihat, mendengar dan mengetahui hal-hal yang bersifat mencurigakan segera laporkan kepada kantor-kantor polisi terdekat, atau kepada petugas yang sedang berada di lapangan serta para ketua RT/RW masing-masing,” imbuhnya.

Ditambahkan Kasubag Humas Polres Nunukan, AKP Muhammad Karyadi, SH, Polres Nunukan selalu siap dalam 24 jam. Setiap jajaran di Polsek juga melakukan penjagaan disetiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga :  Dua Tahanan Lapas Nunukan Kabur Akhirnya Ditangkap di KTT

“Dengan melakukan penjagaan adalah suatu pencegahan yang dilakukan oleh kepolisian dengan melakukan patroli, koordinasi dengan para pendeta, termasuk di masjid-masjid. Kita hidupkan lagi komunikasi dengan ketua bamag, ketua masjid untuk selalu membantu kepolisian,” jelasnya.

Dia juga berharap agar masyarakat untuk tetap waspada disetiap tempat ibadah, dan juga memasang CCTV di setiap rumah ibadah. Hal ini menjadi deteksi untuk merekam ada tindakan-tindakan mengarah kepada bom bunuh diri atau tindakan anarkis.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Sumbangkan 20 Kursi Roda untuk Disabilitas

“Artinya mereka bisa melihat kita, kadang-kadang kita tidak bisa melihat karena pergerakan mereka sedemikian rupa sehingga diharapkan kita tidak takut dengan kelompok-kelompok terorisme,” tuturnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *