TANJUNG SELOR – Jalan poros menuju ibukota Kecamatan Tanjung Palas Timur masih dikeluhkan oleh pengguna jalan. Sebelumnya kerusakan parah terjadi di pertengahan wilayah Brigif 24 Bulungan Cakti, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, menuju Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Kali ini kerusakan terpantau di jalan penghubung Desa Sajau Metun hingga Pura Sajau. “Jalan aspal yang berlubang ini ditutup dengan tanah liat, malah membuat motor yang kami gunakan terbenam,” ungkap Fatir, warga setempat kepada benuanta.co.id, Ahad 28 Maret 2021.
Kata dia, tak hanya satu titik jalan yang rusak ditutupi tanah liat, tapi jalan yang hampir 20 kilometer ke arah Desa Tanah Kuning banyak yang ditambal dengan tanah. Yang lebih parah saat hujan dan jalannya yang mendaki, banyak kendaraan yang terjebak.
“Jadi sepanjang Sajau Metun menuju Pura Sajau itu ditambal tanah, kebanyakan di jalan tanjakan,” ucapnya.
Kerusakan diperparah karena banyaknya mobil dump truk yang muat buah sawit melintas. Tak jarang truk bermuatan puluhan ton ini terbalik.
“Kerusakan juga karena setiap hari dilalui truk muatan sawit, banyak juga truk yang terbalik karena jalannya bergelombang dan berlubang besar,” jelasnya.
Pantauan benuanta.co.id, jalan yang menghubungkan 8 desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur ini hanya sebagian kecil yang memiliki jalan aspal yang bagus. Selebihnya jalannya yang berlubang hingga kedalaman 30 sampai 50 sentimeter. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin








Demikian juga di jalan poros tanjung Selor – long peso. Banyak jalan yg sebelumnya Baik/ bagus sekarang banyak aspal yg rusak ( pecah/ patah) akibat dilewati oleh truk” yg bermuatan sawit. Mohon kiranya pihak yang berwenang menginstruksikan kepada perusahaan sawit agar membangun jalan Hauling sendiri.