Gubernur Kaltara Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Makassar

TARAKAN-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang mengutuk keras teror bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Saya sangat mengecam keras atas tindakan bom bunuh diri yang terjadi di sekitar Gereja Katedral Makassar,” katanya.

Gubernur Zainal juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menelan belasann korban tersebut. “Semoga korban dari tindakan bom bunuh diri itu diberikan kekuatan dan ketabahan, serta diberikan kesembuhan,” ujar pria kelahiran Makassar ini.

Guna menekan gerakan provokasi akibat insiden itu di Kaltara, Zainal meminta peran aktif dari semua pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

Baik aparat keamanan maupun para tokoh agama serta masyarakat, khususnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

“Nanti kita panggil mereka untuk membantu aparat penegak hukum dan Pemprov Kaltara guna menekan isu terkait bom di Makassar. Kita juga minta pihak terkait untuk segera laporkan kepada aparatur penegak hukum jika mengetahui ada kegiatan menyimpang,” kata mantan Wakapolda Kaltara ini.

“Saya mengimbau kepada suluruh tokoh agama di Kaltara untuk tidak mudah termakan isu terkait bom bunuh diri di Makassar, begitu juga masyarakat Kaltara untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambah Zainal.

Baca Juga :  Sering Disalahpahami, Ini Penjelasan 99 Kategori Pekerjaan di KTP

Untuk diketahui,  bom bunuh diri itu terjadi di Katedral Makassar, saat umat Katolik sedang merayakan misa Minggu Palma, yang merupakan rangkaian pekan suci menjelang Paskah sekitar pukul 10.28 WITA.

Berdasarkan informasi yang beredar, di lokasi terjadinya ledakan terdapat banyak potongan tubuh manusia. Meski demikian, belum diketahui persis apakah potongan tubuh manusia itu merupakan pelaku terduga bom bunuh diri atau korban lainnya.

Baca Juga :  Penanganan ODGJ Bersajam di Tarakan Belum Optimal

Sementara itu, dari keterangan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, korban dari aksi teror bom bunuh diri tersebut berjumlah 14 orang jemaat Gereja Katedral. Belasan korban ini mengalami luka di bagian kepala, tangan, perut hingga kaki akibat terkena serpihan bom. (mil/sur)

 

Sumber: Diskominfo Kaltara

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *