oleh

Rumah Baca Taka, Gerakan Literasi dari Pemuda Tana Tidung

TANA TIDUNG – Di masa pandemi Covid-19 saat ini, mengharuskan para pelajar untuk belajar secara online atau daring. Guru-guru di berbagai sekolah berupaya untuk tetap melaksanakan pembelajaran dengan berbagai keterbatasan masing-masing.

Di daerah-daerah yang jaringan telekomunikasinya terbatas, tantangannya bisa lebih berat. Jangankan untuk pembelajaran daring, berkoordinasi dengan orang tua siswa saja sangat sulit dilakukan.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini. Untuk membantu pemerintah dalam menambah pengetahuan atau kemampuan dalam membaca atau memahami isi dari yang dibaca, Muhammad Azni, salah seorang pemuda asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) mendirikan rumah baca yang diberi nama ‘Rumah Baca Taka’.

Baca Juga :  Dibobol Maling, Pencurian Sarang Walet di Tanah Merah Makin Meresahkan

Rumah Baca Taka merupakan salah satu taman baca masyarakat yang ada di Kabupaten Tana Tidung. Kehadiran Rumah Baca Taka di wilayah KTT merupakan sebuah etrobosan yang menyediakan wadah bagi masyarakat maupun pelajar dalam menambah wawasan dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, tentunya dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Karena kita sadari bahwa kemampuan membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai sejak dini, terutama anak- anak yang masih berada di bangku SD kelas rendah. Apalagi di saat pandemi Covid-19 saat ini, anak-anak harus berlajar secara daring, yang membuat kemampuan anak-anak dalam membaca semakin berkurang,” kata Muhammad Azni.

Baca Juga :  Buka CASN 2021, Ibrahim Ali : Jangan Sia-siakan Kesempatan Ini

Diungkapkannya, gerakan literasi masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, serta menyampaikan bahwa betapa penting meningkatkan kemampuan baca seseorang guna menuju masyarakat yang literat.

“Beranjak dari hal tersebut, kami berharap peran dan dukungan pemerintah serta masyarakat dalam gerakan kami. Ini guna mewujudkan visi dan misi kami menjadi kan masyarakat yang literat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dibobol Maling, Pencurian Sarang Walet di Tanah Merah Makin Meresahkan

“Kami berharap bahwa permasalahan literasi ini jangan hanya dibebanknan kepada sekolah, tapi kita sebagai pemuda dan pemudi kiranya harus andil dan ikut serta dalam mewujudkan gerakan literasi nasional,” harapnya.(*)

 

Reporter: Dwi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed