oleh

Dua Tahun Duet OKE

Tepat Satu Maret dua tahun lalu. Estafet kepemimpinan Kota Tarakan resmi beralih. dr. H. Khairul, M.Kes – Effendi Djuprianto (Oke) dipercaya memimpin Pemerintah Kota Tarakan di Bumi Paguntaka hingga 2024 mendatang. Dengan membawa visi mewujudkan Tarakan maju dan sejahtera melalui smart city, Duet Oke perlahan tapi pasti telah membawa banyak perubahan bagi Tarakan.

 Tahun pertama memimpin Tarakan merupakan tahap penyesuain dan perencanaan keduanya sebagai pemimpin Pemerintahan Tarakan. Langkah-langkah strategis dari keduanya mulai dituangkan untuk menciptakan pondasi – pondasi pembangunan selama memimpin Tarakan hingga 2024 mendatang. Pada 2020, dr. H. Khairul, M.Kes dan Effendhi Djuprianto mulai memasukkan perencanaannya yang dapat mendukung tercapainya visi – misi, dan 16 program unggulan yang telah dicanangkan, guna mencapai tujuan pembangunan 2020 dengan tema Pengembangan Ekonomi Wilayah dan Sumber Daya Lokal yang Berkualitas.

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat dan penuh tantangan bagi keduanya. Strategi pembangunan yang telah direncanakan harus berhadapan langsung dengan pandemi Covid-19 yang melanda republik ini. Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor itu juga dialami secara global dan nasional. Datangnya Covid-19 secara langsung telah memberikan dampak yang besar bagi Kota Tarakan baik di bidang kesehatan, perekonomian, dan sosial kemasyarakatan. dr. H. Khairul, M.Kes dan Effendhi Djuprianto tak tinggal diam dengan langsung menggagas berbagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di Tarakan.

“Melakukan berbagai penyesuaian dalam kebijakan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, termasuk di antaranya mengalokasikan anggaran ke pos-pos yang penting dan mendesak dalam penanganan pandemi. Tujuannya agar pelayanan kesehatan tetap berjalan secara optimal dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dapat ditekan,” ungkap dr. H. Khairul, M.Kes dan Effendhi Djuprianto.

Berbagai paket stimulus pun telah dikeluarkan oleh Pemkot Tarakan, mulai dari pemberian bantuan bagi warga yang rentan dan terdanmpak hingga ke relaksasi pemungutan pajak daerah bagi sektor usaha yang terdampak selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ternyata upaya itu mampu menahan laju kontraksi ekonomi. Tercatat, pertumbuhan Ekonomi Kota Tarakan pada tahun 2020 tumbuh minus di angka -0,78 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan inflasi yang terjaga pada angka 1,15 persen. Angka pertumbuhan ekonomi ini masih berada di atas pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara) sebesar -1,11 persen, dan nasional yang berada di angka -2,07 persen.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Deteksi Dini Penyebaran Flu Babi di Sandakan

Pemerintah kota juga telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas keuangan. Pada 26 September 2020, Pemerintah Kota Tarakan berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2019. Pemerintah Kota tengah mengupayakan untuk mempertahankan predikat tersebut sesuai dengan target pada tahun mendatang.

Tak sampai di situ, pembangunan manusia juga menjadi fokus kepemimpinan dr. H. Khairul, M.Kes dan Effendhi Djuprianto. Di tahun kedua ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tarakan yang menjadi salah satu indikator makro pembangunan saat ini masih yang tertinggi di Kaltara dan berada jauh di atas rata-rata nasional. Walau harus menghadapi kenyataan nilai IPM Kota Tarakan menurun dari 76,09 (2019) menjadi 75,83 pada tahun 2020. Faktor penurunan tersebut lebih didominasi oleh menurunnya berbagai angka indikator perekonomian yang menjadi salah satu dari 3 indikator bersama dengan indikator pendidikan dan kesehatan.

“Untuk indikator pendidikan sendiri, selalu mengalami peningkatan selama 2 tahun terakhir, dari 9,94 (tahun 2019) menjadi 9,97 (tahun 2020) dan angka tersebut juga berada di atas rata-rata Kaltara dan Nasional,” sebutnya.

Pencapaian di bidang pendidikan ini juga terlihat pada pemberian apresiasi bagi siswa berprestasi. Di mana pada tahun 2024 telah ditargetkan sebanyak 1.000 siswa per tahun yang akan diberikan. Pada tahun 2020 ini apresiasi telah direalisasikan sebanyak 3.849 siswa dengan alokasi anggaran Rp 1,6 miliar pada 2019, dan Rp 1,8 miliar pada tahun 2020 untuk jenjang Sekolah Dasar dan Menengah, baik sekolah negeri, swasta maupun madrasah.

Program pendidikan gratis juga terus dilaksanakan dengan pemenuhan BOP sebesar Rp 12,5 miliar pada 2019 dan Rp 17,3 miliar pada 2020. Untuk mendukung proses pendidikan di sekolah, pemerintah kota juga memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp28 miliar pada tahun 2020. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan akan ruang kelas, pada tahun kedua ini pemerintah kota telah mendirikan 3 sekolah baru yakni, SMPN 7 Tarakan, SMPN 11 Tarakan, dan SMPN 14 Tarakan.

Baca Juga :  Soal Pekat, MUI Kaltara Menanti Janji-Janji Penegak Hukum

Di bidang kesehatan, Pemerintah kota telah melakukan pemenuhan kecukupan biaya operasional kesehatan. Saat ini juga telah dioperasikan puskesmas 24 jam seperti Puskesmas Juata dan Karang Rejo (24 jam umum) serta Puskesmas Sebengkok (24 jam khusus persalinan).  Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) yang telah dioperasikan pada Maret 2019 juga terus berbenah dan melakukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitasnya. Rumah sakit yang telah terakreditasi ini telah ditetapkan sebagai Badan Layanan Usaha Daerah sehingga lebih mandiri dan berdaya saing. Peningkatan layanan RSUKT juga telah dilaksanakan antara lain dengan pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan. Di masa pandemi Covid-19, RSUKT juga berada di garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19 dan pelayanan tes PCR Swab Test bagi masyarakat.

“Smart Living, menjadi salah satu indikator perwujudan Smart City yang menjadi visi dan misi kami (Khairul-Effendi). Saat ini telah dilakukan pembangunan rumah DP 0 persen bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh pengembang. Unit rumah terus berproses untuk dibangun dan diserahkan dari pengembang kepada masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah kota juga telah menargetkan lebih kurang 10.000 sambungan rumah dan melayani 85 persen masyarakat dalam hal penyediaan air bersih. Sebanyak 9.335 sambungan rumah baru yang terpasang secara gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria. Cakupan layanan pun meningkat dan 87,8 persen penduduk Tarakan pada saat ini telah menikmati layanan air bersih dari PDAM. Peningkatan fasiltas guna pemenuhan akan kebutuhan air bersih juga terus dilakukan melalui PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, saat ini telah terbangun interkoneksitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Embung (embung Bengawan dan Indulung), Reservoir kapasitas 1.500 m3 di Kampung Satu, dan pemasangan jaringan pipa distribusi air minum sepanjang 50,465 km.

Baca Juga :  Pekat “Dibiarkan” Tumbuh Subur

“Pemerintah kota juga telah membuka ruang investasi yang luas untuk pengembangan perekonomian di Kota Tarakan. Tahun 2020 telah dibuka Mal Pelayanan publik (MPP) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan perijinan dalam mendukung pengembangan investasi Kota Tarakan,” cetusnya.

Dukungan atas peningkatan keandalan energi listrik di Kota Tarakan dan jaringan telepon/internet juga terus diperkuat. Kapasitas listrik Kota Tarakan saat ini berada pada angka 47 MW dan kebutuhan listrik pada beban puncak sebesar 40-42 MW dan seluruh wilayah Kota Tarakan juga telah menikmati akses internet baik melalui jalur fixed broadband maupun mobile broadband. Berbagai program pendukung terwujudnya Smart City lainnya juga terus berproses, antara lain melalui implementasi kebijakan parkir berlangganan secara elektronik bagi masyarakat pada 2020. Sekaligus memaksimalkan pembayaran non-tunai terhadap berbagai layanan publik agar masyarakat dapat mengakses layanan secara praktis, meningkatkan kepercayaan publik, dan mencegah penyalahgunaan.

Di tahun 2020, Pemerintah Kota Tarakan telah menyelesaikan pembangunan Kawasan Pantai Amal Tahap II. Kawasan ini disiapkan menjadi kawasan menjadi salah satu daya tarik utama Kota Tarakan. Pembangunan infrastruktur lainnya juga terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan proyeksi perkembangan kota di masa depan. Aset Daerah juga terus ditata dan dioptimalkan pemanfaatannya agar terwujud akuntabilitas dan peningkatan pendapatan daerah di obyek-obyek strategis.

Dua tahun awal dalam periode lima tahun pembangunan, merupakan periode yang sangat menantang bagi pencapaian visi dan misi yang telah dicanangkan. Pemerintah Kota Tarakan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur penyelenggara negara yang ada di Kota Tarakan, dunia usaha, dan semua pihak khususnya masyarakat atas seluruh dukungannya dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan ke masyarakat Kota Tarakan.

“Mari bersama kita terus bergandengan tangan untuk terwujudnya Tarakan sebagai Kota Maju dan Sejahtera melalui smart city,” tutupnya. (kik)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed