oleh

DPRD Kaltara Dorong Pemprov Adakan Fasilitas Hemodialisis di RSD Soemarno Sosroatmodjo

TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Bulungan, belum memiliki fasilitas hemodialisis atau alat cuci darah khusus untuk pasien gagal ginjal. Akibatnya, layanan cuci darah harus dibawa ke kota Tarakan dengan biaya yang cukup besar dan mengantre.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Achmad Al Djufrie mengungkapkan, masyarakat yang tinggal di Bulungan dan RSD yang berada di ibukota Provinsi sangat membutuhkan alat cuci darah, meski saat ini di Kaltara tiga rumah sakit yakni di Nunukan, Malinau dan kota Tarakan telah memiliki alat tersebut.

Baca Juga :  Besok Ingkong Ala Dilantik Sebagai Bupati Bulungan Defenitif

“Dukungan Pemprov sangat dibutuhkan masyarakat Bulungan apalagi bantuan pemerintah untuk ruang cuci darah di RSD Soemarno Sosroatmodjo tahun lalu (2020) sudah tersedia,” ungkapnya, Selasa (23/3/2021).

Secara teknis, lanjutnya, Komisi IV meminta kepada Dinkes Kaltara untuk segera komunikasikan kebutuhan alkes itu kepada kepala daerah, apalagi Wagub Kaltara, Yansen TP menyebutkan dapat menyediakan anggaran alat cuci darah.

“Gubernur dan wagub mendukung rencana tersebut apalagi keduanya akan berikan perhatian terhadap fasilitas kesehatan, saat ini ada anggaran sekira Rp4,5 miliar yang bisa digunakan untuk pengadaan alat cuci darah,” kata Achmad Al Djufrie.

Baca Juga :  Januari-April, PN Tanjung Selor Tangani 968 Perkara Pidana dan 60 Perdata

Politisi Partai Gerindra itu berharap kepada Dinkes Kaltara dan BPJS Kesehatan dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, mulai dari sarana dan prasana fasilitas kesehatan untuk pasien. Sehingga dapat terciptanya Program Jaminan Kesehatan yang berkualitas untuk warga Kaltara.

“Sampai saat ini, masyarakat di Bulungan dan Tana Tidung harus ke Tarakan kalau mau cuci darah. Harapan kita dengan ada di Bulungan, semakin mendekatkan akses masyarakat di dua daerah ini, apalagi letak geografis kecamatan di Bulungan tidak mengeluarkan bisa besar jika dibanding harus ke Kota Tarakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Pemilihan Ketua Kadin Pusat, Arsjad Berkunjung ke Kaltara

Ditegaskannya, secara bertahap pihaknya akan terus mengawal tersedianya sarana dan prasarana pelayanan yang lengkap dan merata. Kalau jangka pendek, mungkin terpusat dulu di beberapa daerah sebagai rujukan.

“Dalam jangka panjang kita menargetkan semua rumah sakit di kabupaten kota itu lengkap pelayanannya terutama tenaga medis dan alat kesehatannya,” tegasnya.(*)

Reporter: Victor
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed