oleh

Semua Masyarakat Kaltara Diupayakan Dapat Vaksin Gratis

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya dalam menangani Covid-19, melalui vaksinasi yang dilakukan sejak 14 Januari 2021, yang hingga kini masih berlangsung secara bertahap.

Vaksin tahap pertama yang digulirkan sejak 14 Januari 2021 lalu tehadap tenaga kesehatan sebanyak 8.665 orang, juga masih berlangsung. Begitu juga pelayanan publik dan lansia dengan usia 60 tahun ke atas dimulai sejak 4 Maret 2021, khusus Ibukota Provinsi Kaltara yakni Tanjung Selor tahap kedua vaksinasi ini dilakukan sehari setelahnya.

Sedangkan tahap ketiga, Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A Paliwang, SH.,Hum menyampaikan masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi seperti buruh harian lepas hingga tokoh agama, akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2021 mendatang. Kemudian dilanjutkan tahap 4 pada Agustus hingga Desember 2021 untuk masyarakat umum.

Baca Juga :  Prajurit Yonif 613 Raja Alam Menjadi Prajurit Kehormatan Kodam VI Mulawarman

“Untuk vaksin 3 cakupannya itu ya termasuk tokoh-tokoh agama, tokoh adat. Tahap 4 juga ada vaksin untuk pelaku-pelaku ekonomi,” ujar Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A Paliwang, SH.,Hum kepada benuanta.co.id, usai menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin tahap 2 di Gedung Pertemuan Kantor Gadis, Selasa (16/3/2021).

Gubernur juga meyakinkan bahwa buruh lepas hingga tokoh agama merupakan kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan vaksin. Sebab dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kedua kelompok ini dinilai rentan terpapar Covid-19.

“Nanti kita lihat (akomodir vaksin) ketersediaan obat ini. Saya berupaya insyaAllah kita mendapatkan vaksin ini, semua masyarakat kita bisa melaksanakan vaksin,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman Perwakilan Kaltara, Ibramsyah Amirudin, SH MH meminta agar Pemprov Kaltara dapat mengakomodir penyuntikan vaksin kepada para buruh lepas hingga tokoh agama di Kaltara.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Terus Meningkat di Kaltara

“Buruh harian lepas, para ustaz, pendeta dan tokoh agama yang kontak langsung dengan para umatnya itu harus diprioritaskan pertama. Kalaupun nanti (diakomodir) di tahap ketiga, merekalah ranking pertama diprioritaskan,” ujar Ibramsyah Amirudin, SH MH kepada benuanta.co.id, Jumat (12/3/2021).

Ombudsman menilai, sejak Covid-19 mewabah di Indonesia pada Maret 2020, juga memberikan tekanan psikis, ekonomi dan sosial yang besar terhadap buruh harian. “Kalau umpamanya kena Covid, ya tentu dia kan tidak dapat penghasilan. Nah siapa yang biayain keluarga. Harapan saya itu diprioritaskan,” terangnya.

“Bukan hanya Tarakan, tetapi seluruh wilayah Kalimantan Utara dengan Pemprov Kaltara termasuk Dinas Kesehatannya itu bisa mengakomodir itu. Saya harapkan Pak Gubernur bisa menginstruksikan itu, karena visi misinya itu adalah bagaimana penanganan Covid-19 di Kaltara,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  PDP di RSD Tanjung Selor bertambah Satu Orang dari Malinau

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed