oleh

Atasi Kelangkaan, Komisi III DPRD Kaltara Dorong Percepapatan Pembangunan SPBE

TARAKAN – Kelangkaan gas LPG 3 kg yang kerap terjadi menjadi perhatian Komisi III DPRD Kaltara. Kali ini, Komisi III mendorong percepatan realisasi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kaltara.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman menyatakan penyebab kelangkaan gas LPG 3 kg yakni maraknya masyarakat yang dikategorikan mampu secara ekonomi namun masih menggunakan LPG 3 kg.

“Jadi waktu kami kunjungan kerja ke Pertamina Mor VI Balikpapan pada Januari kemarin, di situ kami bicarakan dan cari solusi mengenai kelangkaan gas LPG di Kaltara. Pertamina katakan kuota LPG yang mereka distribusi itu bisa dikatakan mencukupi bahkan lebih. Nah, kalau kita dalami dan tinjau bersama ternyata banyak masyarakat mampu yang menggunakan LPG 3 Kg itu,” jelasnya kepada benuanta.co.id pada Ahad, 14 Maret 2021.

Baca Juga :  Pembangunan Tambahan Panjang Dermaga Malundung Digarap Tahun 2022

Pasalnya, LPG 3 kg tersebut subsidi yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Namun praktiknya masih ada pedagang maupun pengusaha menggunakannya. Selain itu, masalah cuaca juga mempengaruhi pendistribusian.

“Kapal ataupun kendaraan lainnya yang berfungsi untuk mendistribusikan kerap kali terkendala karena masalah teknis maupun buruknya cuaca,” lanjut Jufri.

Pria yang juga aktif sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tarakan itu, menyarankan masyarakat yang berekonomi ke atas agar tidak menggunakan LPG 3 kg yang telah disubsidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga :  UMK Ditetapkan Naik 12 Ribu, Buruh Minta Pemkot Suarakan ke Pusat

Menurut Jufri, pembahasannya bersama Pertamina Mor VI Balikpapan juga merujuk pada percepatan realisasi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang nantinya akan beroperasi di Kota Tarakan dan akan disalurkan ke 4 kabupaten.

“SPPBE itu sudah mau beroperasi di Tarakan. Ditargetkan paling lama bulan Mei. Kalau sudah ada itu saya yakin bisa teratasi kelangkaan LPG,” terang politisi partai Gerindra.

Baca Juga :  Demonstran Minta Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu Seminggu

“Apabila seumpama kapal dari Balikpapan terhambat masuk dalam satu bulan saja, maka stok LPG masih cukup,” tuntasnya sembari mengingat perbincanagannya bersama Pertamina Mor VI Balikpapan. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *