NUNUKAN – Rombongan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ke Kabupaten Nunukan meninjau secara langsung titik batas Negara Indonesia dengan Malaysia. Diantaranya mengunjungi patok AA2 di Pos Sei Ular dan patok perbatasan di wilayah Sebatik, pada Rabu, 10 Maret 2021.
Patok di wilayah perbatasan kedua Negara Indonesia-Malaysia itu kerap kali terjadi penangkapan oleh aparat keamanan Malaysia. Kasusu, tak lain warga di wilayah perbatasan dianggap melanggar batas wilayah. Melihat hal itu, Asisten Deputi Pengelolaan Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP, Siti Metrianda, S.ST., M.Si mengatakan akan membangun pos terpadu di wilayah perbatasan khususnya di Sungai Ular agar tidak terjadi penangkapan sehingga masyarakat yang mengunakan transportasi sungai aman dan warga secara perlahan akan tahu mana jalur yang harus dilewati dan mana yang tidak.
“Dalam pembangunan pos ini nantinya akan dilengkapi rambu-rambu diperbatasan,” jelasnya.
Siti Metrianda juga menghimbau kepada masyarakat Nunukan yang menggunakan transportasi Sungai Ular agar tidak melakukan aktivitas pada malam hari. Namun jika ada hal yang mendesak harus berkomunikasi dengan aparat terkait untuk pendampingan, seperti rujukan orang sakit dan sebagainya.
“Kita juga memiliki hubungan baik dengan Negara Malaysia harus tetep dijaga, hal ini sudah berjalan cukup lama,” terangnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra