oleh

DPRD Kaltara Dukung Gagasan Gubernur Terkait Kearifan Lokal

TANJUNG SELOR – Upaya Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum dalam memberdayakan perajin lokal, salah satunya pembatik di Provinsi Kaltara, disambut baik oleh anggota DPRD Kaltara, H. Khaeruddin Arief Hidayat. Pasalnya salah satu tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saya sangat setuju sekali karena ini mengangkat kearifan lokal dan pemberdayaan lalu menggeliatkan kembali UMKM,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat 5 Maret 2021.

Arief mengatakan, batik di Kalimantan Utara sangat beragam dan coraknya pun banyak. Di mana masing-masing daerah memiliki motif tersendiri. Hal ini didorong agar terus dilakukan pengembangan, tak hanya sentra daerah tapi bisa menembus nasional.

Baca Juga :  Hati-hati! Jalan Agathis Tanjung Selor Rawan Kecelakaan

“Kita dorong juga agar lebih mencintai batik, pada hari-hari tertentu harus memakai batik. Karena kalau itu sudah booming, saya pikir akan diikuti oleh semua orang, tak hanya kalangan ASN, masyarakat juga anak sekolah juga pakai batik,” jelasnya.

Kemudian pada penggunaannya, tak hanya pada lingkup pemerintah saja, dunia usaha juga lebih bagus jika mengenakan ciri khas sebagai bentuk kearifan lokal. “Saya pikir itu akan diikuti oleh BUMN, perusahaan, bahkan perhotelan. Maksudnya ketika itu menjadi sesuatu yang diwajibkan,” beber anggota dewan dari Fraksi Amanat Pembangunan Nasional Bintang Kebangsaan ini.

Baca Juga :  Terus Meningkat, Vaksinasi Tahap Kedua Mencapai 46,25 PersenĀ 

Arief menyebut, Ada nilai plus jika sudah marak yang memakai batik. Tentunya UMKM akan semangat memproduksinya. Ketika itu ada, maka akan hadir galeri batik, akan menjadi angin segar bagi UMKM sehingga menggairahkan dan mengangkat ekonomi.

“Jadi itu bisa juga menjadi buah tangan bagi orang yang datang ke Kaltara. Tentu dampak positifnya adalah mengangkat kearifan lokal,” sebut anggota Komisi IV DPRD Kaltara ini.

Baca Juga :  Angka Herd Immunity Terpenuhi, Dinkes Bulungan Belum Puas Sebelum Tembus 80 Persen

Dia menuturkan, pemerintah harus bisa menggali kearifan lokal lainnya, sehingga dapat memunculkan satu ikon. Salah satu kearifan lokal yang pernah diungkapkan oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang adalah penutup kepala.

“Karena pak Gubernur juga menyebutkan soal kopiah tradisional Kalimantan memiliki pernak pernik,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *