oleh

BAP Keterangan Saksi Diduga Direkayasa, Iwan Laporkan Penyidik ke Mabes Polri

TANJUNG SELOR – Sidang pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dengan terdakwa Iwan Setiawan (IS) terus berjalan. Hanya saja ada sedikit masalah, saksi yang akan dihadirkan IS diduga dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah dilakukan rekayasa oleh penyidik Polda Kaltara.

“Kita sudah melaporkan penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltara ke Mabes Polri. Kami menduga bahwa dalam BAP saksi, penyidik telah melakukan rekayasa,” ungkap Penasihat Hukum Iwan Setiawan, Salahuddin SH kepada benuanta.co.id, Kamis 4 Maret 2021.

Laporan itu ditembuskan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kadiv Propam Mabes Polri, serta ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Tak hanya ke Mabes Polri, laporan itu juga ditembuskan ke Polda Kaltara dan Dit Propam Polda Kaltara.

Baca Juga :  Sejarah dan Keramat Nomor Urut 2 Dalam Pilkada Bulungan

“Sehingga atas perbuatan rekayasa itu, kami melaporkan penyidik ke Kapolri dan Kadiv Propam Mabes Polri dan Kompolnas, tembusan akan kami sampaikan ke Kapolda Kaltara,” jelasnya.

Salahuddin mengatakan, awal pelaporan penyidik ini dari saksi yang akan dihadirkan terdakwa, karena saksi tidak pernah ditanya oleh penyidik Ditreskrimsus. Hanya saja ada perbedaan keterangan saksi dalam BAP, untuk itu laporan telah diperiksa dan diteliti oleh Mabes Polri.

“Dalam BAP ditemukan keterangan berbeda, lalu paraf saksi juga ditemukan tidak sama dengan paraf saksi,” ucapnya.

Saat Iwan Setiawan melapor ke Mabes Polri, Salahuddin menuturkan jika kliennya ini mendapatkan tanggapan yang baik dari Mabes Polri. “Jadi klien kami dapat respons yang baik. Laporannya akan ditindaklanjuti segera,” bebernya.

Baca Juga :  Soal 6 Laskar FPI Tewas, Presiden Jokowi Minta Komnas HAM Independen

“Sesuai dengan arahan Kapolri dan arahan Presiden bahwa UU ITE ini jangan disalahgunakan,” sambung Salahuddin.

Pihaknya mendapatkan pesan dari petinggi dari Polri pada Divisi Propam Mabes Polri, di mana mendapat pesan jika penyidik harus selektif menerima laporan warga menyangkut Undang-undang ITE.

“Kami mendapatkan pesan dari petinggi Polri laporan akan ditindaklanjuti. Ini membuat citra polisi buruk dan perwira di sana merasa malu, dan mohon maaf kepada pelapor,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed