oleh

Pembangunan BTS di KTT Tinggal Menunggu Pemasangan

TANA TIDUNG – Warga Desa Seputuk, Kecamatan Muruk Rian, Kabupaten Tana Tidung (KTT), mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan orang di luar desa karena tidak ada sinyal telepon di wilayah tersebut.

Menurut salah seorang warga Desa Seputuk, Nelson mengatakan, masyarakat Desa Seputuk sudah lama mendambakan adanya jaringan telepon seluler. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak Kabupaten Tana Tidung terbentuk.

“Kami sendiri kalaupun ingin mencari jaringan seluler, sangat susah sekali. Setahu saya di Kabupaten Tana Tidung hanya tinggal Desa Seputuk yang belum ada jaringan, padahal jalan sudah bagus harusnya jaringan seluler sudah bisa terpasang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sudah ada jaringan telepon seluler, pasti komunikasi antar desa dengan desa yang lain berjalan dengan baik. Tetapi sampai saat ini kami belum memiliki jaringan telepon seluler.

Baca Juga :  Tiba di Tana Tidung, Presiden Jokowi Disambut Prosesi Adat Tepung Tawar

“Saya berharap ada perhatian dari pihak pemerintah yang ada, karena perlu adanya jaringan seluler di desa kami, agar semua komunikasi berjalan dengan baik,”ungkapnya.

Terkait permasalahan ini, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Wirahadi Rahmatsyah membenarkan bahwa Desa Seputuk memang saat ini belum terjangkau jaringan seluler atau blank spot, namun pihaknya sudah sejak tahun 2017 mengusulkan Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk daerah Blank Spot yang ada di KTT kepada Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Kita sudah mendata daerah-daerah Blank Spot dan juga sudah mengusulkan pembangunan BTS untuk daerah Blank Spot kepada Kemenkominfo melalui BAKTI sejak tahun 2017, dan setiap tahun kami ajukan (perbaharui), sesuai dengan tahapan/prosedur yang telah ditentukan,” jelas Wirahadi.

Baca Juga :  Disambangi Kemenag dan Pimpinan Ponpes KTT, Ibrahim Ali Siap Jadi Pembina Upacara Hari Santri Nasional

Lebih lanjut Wirahadi menjelaskan, untuk saat ini Diskominfo telah memasang 30 unit Very Small Aperture Terminal (VSAT), dan saat ini telah digunakan di beberapa puskesmas, sekolah dan kantor desa yang tidak terjangkau jaringan seluler untuk membantu proses pelayanan terhadap masyarakat dan ini juga bantuan dari BAKTI.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengusulkan penambahan pemasangan VSAT untuk di 5 kecamatan dan juga telah diverifikasi oleh BAKTI dan hanya tinggal menunggu alat tersebut sampai diKTT.

“Untuk saat ini kami juga perlu menginformasikan bahwa permohonan kami untuk pembangunan BTS di KTT juga telah diverifikasi oleh BAKTI. Tadi kami sudah cek melalui aplikasi Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) dan ternyata ada perubahan, di kolom verifikasinya menjadi disetujui dan juga skala prioritasnya dengan keterangan kategori 1,” terangnya

Baca Juga :  Bupati KTT: Jabatan Adalah Amanah dan Simbol Kepercayaan

“Untuk itu saya berharap kepada masyarakat KTT untuk bersabar menunggu pembangunan BTS tersebut, sebab terkait kapan pemasangannya belum ada informasi lebih lanjut dari BAKTI. Jadi untuk saat ini kita tinggal tunggu kabar lagi dari BAKTI, kapan pengiriman barang dan pemasangannya. Kalau dari kami secepatnya lebih baik. Mudah-mudahan tahun ini sudah terpasang semuanya dan bisa dinikmati oleh warga sekitar BTS tersebut nantinya,” harap Wirahadi.(*)

 

Reporter: Dwi Widdyaswiranata

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *