oleh

Berkat Kebijakan Gubernur, Pebatik Malinau Banjir Orderan Hingga 100%

Malinau – Meski baru seumur jagung menjabat sebagai gubernur provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), namun kebijakan Drs. Zainal A Paliwan SH MHum, ternyata telah banyak mengubah perekonomian daerah, khususnya bagi perekonomian pengusaha kecil.

Sejak dilantik sebagai gubernur Kaltara, Zainal sapaannya telah membuat kebijakan untuk pemakaian batik khas daerah untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kaltara dan karena kebijakan itu para pengrajin batik daerah menjadi kebanjiran orderan, khususnya pebatik Malinau.

Salah satu Ketua Sorum Pengrajin Malinau Sulowati mengatakan sejak adanya kebijakan itu, para pengrajin batik Malinau telah kebanjiran orderan hingga 2 kali lipat, dibanding dengan sebelum adanya kebijakan itu.

“Alhamdulilah pak, saat ini kita selalu memproduksi hingga 50 picis kain batik Malinau dan kita kebanjiran orderan sejak adanya kebijakan pak gubernur,” kata Sulowati lagi.

Baca Juga :  Pemdes Malinau Seberang Pertama Sampaikan LKPPDes TA 2020 di Kecamatan Malinau Utara

“Bahkan terkadang para pengrajin batik disini kewalahan dalam menerima orderan,” ungkapnya.

Meski merasa kewalahan dalam menerima permintaan pasar, namun Sulowati mengaku sangat berterma kasih dengan kebijakan yang dibuat oleh gubernur Kaltara.

Sulowati merasa kebijakan gubernur itu, telah banyak membantu perekonomian para pengrajin batik, sekaligus mendongkrak pasar untuk batik daerah.

“Baru menjabat tapi, sudah sangat membantu pengusaha kecil. Tentunya kita sangat bersyukur karena hal ini dapat menyelamatkan ekonomi para pengrajin ditengah pandemik covid19,” imbuhnya.

Sedangkan untuk harga, Sulowati menjelaskan ada variasi harga untuk batik khas Malinau, tergantung dari jenis kain dan motif dari batik yang dipesan oleh konsumen.

“Kalau batik biasa dan kualitas biasa harganya di angka Rp 100 ribu s/d Rp 200 ribu. Tapi yang biasa standar dipesan konsumen itu batik tulis kita, harganya Rp 350 ribu s/d 750 ribu, mahal tapi sesuai kualitas dan batik tulis ini yang memang paling banyak dicari,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Lebih 10 Tahun Mengabdi, Ny. Ping Yansen Beri Penghargaan Anggota PKK Malinau

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed