oleh

Syarwani Naik Biduk Bebandung, Perahu Khas Kesultanan Bulungan Menuju Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Sebelum pelantikan, Bupati Bulungan Syarwani menjalani beberapa prosesi adat Bulungan. Yakni menaiki perahu Biduk Bebandung, berangkat dari rumahnya di Tanjung Palas menuju Tanjung Selor.

“Menaiki Biduk Bebandung maknanya tentu ini ‘kan tradisi budaya masyarakat Bulungan khususnya,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Jumat 26 Februari 2021.

Biduk Bebandung sendiri telah ada sejak zaman Kerajaan Kesultanan Bulungan. Biduk Bebandung memiliki makna dua buah perahu atau lebih digandengkan menjadi satu sebagai transportasi di Sungai Kayan.

“Inipun dalam rangka bentuk penghargaan ketika ada kegiatan para tamu kehormatan ataupun menjadi warisan dari budaya Kesultanan Bulungan,” jelasnya.

Kata dia, menaiki Biduk Bebandung merupakan inisiatif dari kerabat Kesultanan Bulungan dan Lembaga Adat Bulungan, supaya dirinya menaiki perahu yang dibentuk era Aji Muhamad yang bergelar Sultan Muhammad Amiril Kaharudidin II pada tahun 1867 hingga 1873 memimpi Kesultanan Bulungan.

Baca Juga :  Bakal Paslon Hafid-Makinun Wajib Setor Data Perbaikan Sebanyak 41.888 Dukungan

“Ini adalah inisiatif dari kerabat Kesultanan Bulungan, termasuk Lembaga Adat Bulungan untuk mengantarkan kita dari Tanjung Palas menuju Tanjung Selor,” ucapnya.

Bupati Bulungan periode 2021-2024 ini didampingi oleh istri, Sri Nurhandayani. Hanya saja dalam pelantikan ini dilakukan terbatas karena terhalang Pandemi Covid-19. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed