TARAKAN – Respon positif dari para pengrajin batik khas Kalimantan Utara mengalir deras kepada Gubernur Drs. H. Arifin Paliwang, SH., M.Si yang dinilai mengangkat kearifan lokal, sehingga menuai ajakan sayembara desain batik khas Kaltara dari para pengrajin.
Sonny Lolong, pendiri Batik D’Erte asal Tarakan menjelaskan sebaiknya harus ada desain batik khas Kaltara sebelum digunakan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltara.
Kata Sonny, selama ini yang ada hanyalah desain batik khas etnis dan budaya Kabupaten/Kota masing-masing, belum ada kekhasan tentang Provinsi Kaltara.
“Mungkin ini saran buat pak Gubernur agar ada sayembara desain khas Kaltara supaya dalam desain batiknya bisa mencakup unsur keberagaman etnis dan budaya yang khas di Kaltara,” jelasnya kepada benuanta.co.id pada Kamis, (25/02/2021).
Menurut pengrajin batik yang melibatkan kaum difabel ini, batik di Kaltara masih dengan ciri khasnya masing-masing. Malinau dengan ciri khas Dayak, Tarakan dengan ciri khas Tidung, Bulungan dengan ciri khas Bultiya, Nunukan dengan ciri khas Lulantibu dan tinggal KTT yang belum ada.
Sehingga, pihaknya mendukung dan akan ikut serta bila ada sayembara desain batik khas provinsi ke-34 ini.
Berbeda dengan Sonny Lolong, pengrajin Batik Pakis Asia asal Tarakan, Adi Setyo Purwanto berharap agar batik lokal hasil buah tangan pembatik di Kaltara semakin dikenal oleh kancah nasional bahkan internasional.
“Kami antusias sekali mendengar kabar baik dari pak Gubernur. Rasanya tidak sia-sia kami berkarya untuk merawat budaya warisan bangsa ini. Semoga bisa ditindaklanjuti oleh pak Gubernur, sehingga batik khas Bulungan, Tidung dan Dayak ini bisa dikenal secara nasional bahkan internasional,” tuntas pria yang akrab disapa Anto gondrong.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







