oleh

Bupati Laura: WBK/WBBM Tidak Hanya Seremonial, Harus Diimplementasikan Secara Nyata

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE, MM menghadiri deklarasi janji kinerja dan Pencanangan Pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM dilingkungan kantor Imigrasi kelas 2 TPI Nunukan, Kamis 25 Februari 2021.

Deklarasi itu juga dihadiri oleh ombudsman Kaltara, kepala Kantor Wilayah Kaltim hukum dan ham kepala divisi keimigrasian, Sofian, secara virtual. Selain itu juga Di hadiri langsung oleh Waka polres Nunukan Edy Budiarto, SH, Kejaksaan, pengadilan dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, menyampaikan, apa yang dilakukan ini merupakan bentuk komitmen dari jajaran kantor Imigrasi kelas 2 Nunukan untuk memberikan pengabdian dan loyalitas tanpa batas untuk memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Baca Juga :  Pedoman Pembangunan 5 Tahun ke Depan, RPJMD Tetap Digunakan PJS atau Kepala Daerah Selanjutnya

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, menyambut baik kegiatan ini. semoga deklarasi janji kinerja dan pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Kali ini tidak hanya sekedar kegiatan seremonial semata, namun diimplementasikan secara nyata dalam sikap dan perilaku dari seluruh pegawai di lingkungan kantor Imigrasi kelas 2 Nunukan,” kata Bupati Laura.

Deklarasi janji kinerja dan pencanangan zona integritas merupakan upaya untuk menjaga seluruh jajaran di Kantor Imigrasi kelas 2 Nunukan dari segala bentuk korupsi dan tindakan penyimpangan yang lain. Pelaksanaan tugas harus semata – mata didasari oleh ketulusan dan keikhlasan hati untuk melayani masyarakat dengan sebaik – baiknya.

“Terkait dengan penggunaan anggaran keuangannya, harus benar-benar sesuai dengan aturan yang berlaku, diawasi secara ketat, dan dapat dipertanggungjawabkan, karena seluruh anggaran tersebut bersumber dari keuangan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Malinau Apresiasi Capaian Kerja 100 Hari Wempi-Jakaria

Harus tumbuh kesadaran bersama bahwa segala macam bentuk korupsi dan penyimpangan keuangan harus dihilangkan tanpa kompromi sedikitpun. “Kita semua selalu percaya, Bahwa segala sikap, perilaku dan kinerja kita senantiasa dilihat oleh Allah SWT, dan diawasi oleh seluruh masyarakat,” terangnya.

Dengan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari korupsi harus dimulai dari diri sendiri masing-masing, dari lingkungan kerja terkecil, dan dilaksanakan secara bersama-sama secara berkelanjutan. Jika hal itu dapat dilakukan, Bupati Laura yakin dengan pelayanan di kantor Imigrasi kelas 2 Nunukan akan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari seluruh masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Serahkan RPJMD, Wempi Harapkan Program Pemkab Sejalan dengan DPRD

Namun sebaliknya, jika janji dan komitmen yang sudah di ucapkan pada hari ini hanya lips servis semata, maka masyarakat juga akan mencatatnya sebagai sebuah kebohongan.

“Saya mengingatkan bahwa di era keterbukaan dan era Media Sosial seperti saat ini, masyarakat semakin bersikap kritis dan menuntut kinerja yang transparan dari pemerintah. hal – hal yang dianggap tidak sejalan dengan aturan dan perundang – undangan yang berlaku pasti akan mendapatkan penolakan. Bahkan, bisa jadi pelayanan buruk yang mereka dapatkan akan disebarluaskan kepada khalayak ramai.
untuk itu, marilah kita benar – benar berupaya untuk menterjemahkan janji dan komitmen kita secara real dalam kinerja dan pelayanan kita kepada masyarakat,” tutupnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed