oleh

Dua Mucikari Dalang Dibalik Layanan Threesome Berhasil Dibekuk Reskrim Polres Tarakan

TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan berhasil membekuk dua orang yang diduga sebagai mucikari dan pembuka jasa threesome pada hari Minggu (21/2/2021) di Daan Mogot, Jakarta Barat. Kedua mucikari telah sampai di Tarakan untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi mengatakan telah mengamankan kedua mucikari yang diduga melakukan tindak pidana prostitusi online di Tarakan, Rabu (24/2/2021).

“Pada hari ini Unit Tipidter sudah kembali ke Tarakan setelah melakukan penangkapan berkaitan dengan tindak pidana yang terjadi di Tarakan. Berdasarkan hasil informasi penyelidikan yang kami laksanakan adanya dugaan tindak pidana prostitusi online di Tarakan,” ujar Aldi.

Baca Juga :  Wujudkan Digitalisasi Pendidikan, Disdikbud Kaltara Jalin Kerja Sama dengan Eduku

Aldi menjelaskan, sebelumnya unit Reskrim Polres Tarakan telah melakukan penyelidikan dan mengungkap adanya prostitusi online. Di mana pelaku menawarkan jasa threesome kepada pelanggan.

“Pada tanggal 17 Februari 2021 lalu, kita sudah mendapati dan mengungkap adanya praktik prostitusi, di mana pelaku menawarkan layanan threesome atau perempuan yang lebih dari satu, sudah kita grebek dan amankan di salah satu hotel Tarakan,” terangnya.

“Berdasarkan keterangan yang diambil dari dua orang PSK pelaku threesome, ternyata mereka ada mucikari atau orang yang menggerakkan mereka dan berdasarkan informasi yang diperoleh, mucikari berada di Jakarta,” tambahnya.

Baca Juga :  Astra Group Tarakan Salurkan Ratusan Paket Sembako kepada KBA Mamburungan

Untuk diketahui, kedua mucikari berperan sebagai pengelola keuangan serta pencari pelanggan untuk Pekerja Seks Komersial (PSK), lalu menjadi dalang di balik layanan jasa threesome, atau layanan dengan lebih dari satu PSK.

“Kita segera melakukan penindakan dan mengirimkan satu Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Tarakan untuk melakukan penangkapan di Jakarta, pada Minggu kemarin, penyelidikan membuahkan hasil dan melakukan penangkapan di kosan kedua mucikari di Daan Mogot, Jakarta Barat,” tuturnya.

Baca Juga :  Sedang Nyekop Pasir, Seorang Pemuda Dikeroyok dan Ditikam

Berdasarkan hasil interogasi mucikari, perempuan yang diperjualbelikan ada sekitar 10 orang, dengan tarif berkisaran Rp 2 juta dan menggunakan aplikasi Michat sebagai media komunikasi.

Selain itu, Reskrim Polres Tarakan juga menetapkan perempuan atau PSK sebagai korban dari pasal Tindak Pidana Perdagangan Online (TPPO) dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Saat ini kedua mucikari akan kami bawa ke dokes untuk melaksanakan rapid antigen lalu melakukan penyelidikan. Seluruh PSK merupakan orang dari Jakarta, datang ke Tarakan hanya jika ada pelanggan,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed